Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial yang mengklaim bahwa Menteri Pertahanan sekaligus calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, akan membebaskan tarif listrik selama tiga bulan ke depan. Klaim ini disebarkan melalui berbagai platform digital, menimbulkan simpati sekaligus kebingungan di kalangan masyarakat terkait kebijakan energi nasional.
Salah satu unggahan yang beredar menampilkan kutipan yang seolah-olah berasal dari pernyataan resmi, “Prabowo Subianto memastikan akan membebaskan tarif listrik selama tiga bulan penuh, sebuah langkah strategis untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian global.” Narasi ini cepat menyebar, memicu diskusi hangat tentang implikasi dan kebenaran janji tersebut.
Penelusuran Fakta
Tim jurnalis investigasi digitalbisnis.id melakukan penelusuran mendalam untuk memverifikasi kebenaran klaim ini. Proses penelusuran meliputi pencarian sumber berita resmi, pernyataan dari pihak terkait, serta analisis kebijakan energi yang relevan. Kami menelusuri situs web kementerian terkait, pernyataan pers dari tim kampanye, serta berita dari media terkemuka.
Bantahan terhadap klaim ini sangat jelas terlihat dari minimnya sumber berita kredibel yang mengonfirmasi. Tidak ada pernyataan resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), maupun tim kampanye Prabowo Subianto yang menyatakan kebijakan pembebasan tarif listrik selama tiga bulan. Pernyataan yang beredar bersifat sporadis dan tidak didukung oleh bukti otentik. Logika sebab-akibat juga menunjukkan ketidakmungkinan klaim ini. Pembebasan tarif listrik secara masif dan mendadak akan menimbulkan dampak fiskal yang sangat besar bagi negara. Pendapatan negara yang bersumber dari subsidi listrik, serta potensi kerugian bagi PLN, akan sangat signifikan. Kebijakan semacam ini memerlukan kajian mendalam, persetujuan parlemen, dan rencana pendanaan yang matang, bukan sekadar pernyataan informal yang beredar di media sosial.
Lebih lanjut, penelusuran kami menemukan bahwa isu serupa pernah beredar sebelumnya dan telah dibantah oleh berbagai pihak. Kebijakan energi, terutama yang berkaitan dengan subsidi dan tarif, merupakan isu sensitif yang selalu menjadi sorotan publik. Klaim mengenai pembebasan tarif listrik ini tampaknya merupakan upaya disinformasi yang memanfaatkan momen politik dan kekhawatiran masyarakat terhadap biaya hidup.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran yang komprehensif, klaim mengenai Prabowo Subianto akan membebaskan tarif listrik selama tiga bulan dipastikan tidak benar. Informasi tersebut merupakan hoaks yang berpotensi menyesatkan masyarakat.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah. Cek Sumber Asli.


Discussion about this post