Di tengah lanskap Silicon Valley yang seolah terobsesi dengan para pendiri muda berjaket hoodie, sebuah kisah inspiratif datang dari seorang veteran yang membuktikan bahwa semangat kewirausahaan tidak mengenal batasan usia. Dialah Bill Harris, pria berusia 69 tahun yang rekam jejaknya di dunia teknologi tak perlu diragukan lagi. Ia adalah CEO pendiri PayPal, mantan CEO Intuit, dan kini kembali ke arena dengan startup barunya, Nirvana Health.
Alih-alih menikmati masa pensiun dengan santai, Harris memilih untuk kembali menyelami dunia startup yang penuh tantangan. Baginya, ini bukan sekadar tentang membangun bisnis lain, melainkan tentang sebuah misi yang membakar semangatnya setiap pagi. Nirvana Health, startup yang ia pimpin, berfokus pada penyelesaian masalah rumit dalam sistem pembayaran layanan kesehatan mental, sebuah sektor yang menurutnya sangat membutuhkan inovasi.
Rutinitas Pagi Seorang Legenda Teknologi
Jika Anda membayangkan seorang pria di penghujung usia 60-an akan memulai hari dengan perlahan, Anda salah besar. Bill Harris adalah antitesis dari stereotip tersebut. Setiap hari, ia bangun pukul 5 pagi tanpa memerlukan alarm. Energi dan tujuannya yang jelas menjadi pendorong utamanya.
“Saya langsung melompat dari tempat tidur karena saya punya tujuan yang sangat jelas: membuat layanan kesehatan mental dapat diakses oleh semua orang,” ungkap Harris. Pagi harinya diisi dengan serangkaian rutinitas yang menjaga fisik dan mentalnya tetap prima. Mulai dari meditasi untuk menjernihkan pikiran, dilanjutkan dengan sesi olahraga intens menggunakan Peloton dan Tonal, hingga menyerap informasi terbaru dari The New York Times dan The Wall Street Journal. Sekitar pukul 7:30 pagi, ia sudah siap untuk memulai hari kerjanya yang padat.
Pengalaman Adalah ‘Senjata Super’
Di dunia yang sering kali memuja ‘darah muda’, Harris justru menjadikan usianya sebagai aset terbesar. Pengalaman puluhan tahun memimpin perusahaan teknologi raksasa memberinya sebuah keunggulan yang tidak dimiliki oleh para pendiri muda: pengenalan pola (pattern recognition). Ia telah melalui berbagai siklus bisnis, menghadapi krisis, dan merayakan kemenangan. Semua itu membentuk intuisi bisnis yang tajam.
“Saya rasa energi atau ambisi saya tidak berkurang dibandingkan saat saya berusia 20-an. Dalam beberapa hal, saya justru lebih efektif. Saya sudah pernah menonton film ini sebelumnya,” jelasnya. Ia menepis anggapan bahwa inovasi adalah domain eksklusif kaum muda. Baginya, pengalaman bukanlah beban, melainkan kekuatan.
Dengan Nirvana Health yang kini memiliki 40 karyawan dan telah mengumpulkan pendanaan sebesar $22 juta, Harris membuktikan bahwa visinya didukung oleh kepercayaan investor dan tim yang solid. Ia menegaskan, “Gagasan bahwa Anda ‘melewati masa jaya’ pada usia tertentu adalah omong kosong. Pengalaman adalah sebuah kekuatan super.”
Membangun Startup Ibarat Memiliki Bayi
Meskipun memiliki pengalaman segudang, Harris mengakui bahwa membangun startup dari nol tetaplah sebuah pekerjaan yang menyita seluruh perhatian. Ia bekerja dengan intensitas yang sama, jika tidak lebih, seperti para pendiri lain yang usianya bisa jadi cucunya. Jam kerjanya panjang, seringkali baru berakhir setelah pukul 7 malam.
Ia menganalogikan proses ini dengan sangat relevan bagi setiap entrepreneur. “Memulai sebuah perusahaan itu seperti memiliki bayi. Ini menyita segalanya. Ada di pikiran Anda 24/7,” katanya. Komitmen total ini menunjukkan bahwa ‘grind’ atau kerja keras di dunia startup tidak memandang usia. Ini adalah tentang dedikasi pada sebuah visi.
Kisah Bill Harris menjadi pengingat kuat bahwa gairah untuk berinovasi dan memecahkan masalah tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Di usianya yang ke-69, ia tidak hanya membangun sebuah perusahaan; ia sedang membangun warisan baru dan mendefinisikan kembali arti menjadi seorang pendiri di era digital. Ia adalah bukti hidup bahwa di dunia bisnis, yang terpenting bukanlah usia di paspor Anda, melainkan besarnya misi yang Anda emban.


Discussion about this post