• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
Saturday, January 10, 2026
  • Login
digitalbisnis.id
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
digitalbisnis.id
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Teknologi

Brick: Solusi $59 untuk Jeda Digital yang Ampuh Tumpas Kecanduan Smartphone

digitalbisnis by digitalbisnis
January 9, 2026
in Teknologi
Brick: Solusi $59 untuk Jeda Digital yang Ampuh Tumpas Kecanduan Smartphone
465
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Revolusi Ketenangan Digital: Brick, Gadget Rp 900 Ribu yang Membantu Memutus Jeratan Layar Ponsel

Di era serba terhubung ini, kecanduan screen time atau waktu menatap layar gawai telah menjadi momok yang mengintai produktivitas dan kesehatan mental banyak orang. Berbagai aplikasi dan metode telah dicoba, namun efektivitasnya seringkali terbatas. Kini, sebuah inovasi bernama Brick hadir menawarkan solusi yang tak terduga namun sangat efektif. Gadget seharga $59 atau sekitar Rp 900 ribuan ini diklaim menjadi satu-satunya alat yang berhasil membantu penggunanya secara drastis mengurangi waktu yang dihabiskan di depan layar ponsel.

Apa itu Brick? Lebih dari Sekadar Kotak Plastik

Brick bukanlah aplikasi yang bisa diunduh di toko aplikasi. Ia adalah sebuah perangkat keras fisik yang didesain secara minimalis namun fungsional. Konsepnya sederhana: pengguna memasukkan ponsel mereka ke dalam Brick ketika mereka memutuskan untuk ‘beristirahat’ dari dunia digital. Begitu ponsel terkunci di dalam Brick, akses ke aplikasi dan notifikasi menjadi terputus total. Ini bukan tentang memblokir aplikasi secara digital, melainkan menciptakan penghalang fisik yang memaksa pengguna untuk tidak tergoda membuka ponsel.

Table of Contents

Toggle
  • Revolusi Ketenangan Digital: Brick, Gadget Rp 900 Ribu yang Membantu Memutus Jeratan Layar Ponsel
  • Apa itu Brick? Lebih dari Sekadar Kotak Plastik
  • Pengalaman Pribadi: Terapi Fisik untuk Kecanduan Digital
  • Bagaimana Brick Mengubah Kebiasaan?
  • Target Pasar dan Potensi
  • Kesimpulan: Sebuah Alat Sederhana dengan Dampak Luar Biasa

Desain Brick sengaja dibuat sederhana dan terkesan ‘kuno’ untuk menghindari daya tarik visual yang justru bisa memicu keinginan untuk terus memegang ponsel. Material yang digunakan pun kokoh, memberikan kesan ‘aman’ bahwa ponsel tidak akan mudah dijangkau. Ukurannya dirancang agar pas untuk sebagian besar model smartphone yang beredar di pasaran. Mekanisme pengunciannya pun cukup sederhana namun efektif, memastikan ponsel benar-benar aman di dalamnya hingga waktu yang ditentukan.

Pengalaman Pribadi: Terapi Fisik untuk Kecanduan Digital

Bagi banyak orang, termasuk penulis artikel ini, tantangan terbesar dalam mengurangi screen time bukanlah kurangnya niat, melainkan lemahnya kemauan saat godaan datang. Notifikasi yang terus berdering, rasa penasaran akan berita terbaru, atau sekadar kebiasaan membuka aplikasi tanpa tujuan yang jelas, semuanya menjadi musuh dalam selimut. Brick hadir sebagai ‘penjaga’ yang tegas namun objektif. Tanpa bisa mengakses ponsel secara langsung, pengguna dipaksa untuk mencari aktivitas alternatif.

Pengalaman menggunakan Brick dimulai dengan keputusan sadar untuk mematikan notifikasi aplikasi yang paling mengganggu atau yang paling sering diakses secara impulsif. Kemudian, ponsel dimasukkan ke dalam Brick dan gawai tersebut diletakkan di tempat yang tidak terlalu terlihat, misalnya di laci meja atau lemari. Pada awalnya, mungkin akan terasa ada ‘kekosongan’ atau dorongan kuat untuk segera membuka ponsel. Namun, seiring waktu, otak akan mulai beradaptasi.

Salah satu keunggulan Brick adalah ia tidak membutuhkan pengaturan teknis yang rumit. Tidak ada login, tidak ada sinkronisasi data, hanya fungsi dasar sebagai ‘penjara’ sementara untuk ponsel. Ini justru menjadi kekuatan utamanya. Pengguna tidak perlu repot memikirkan pengaturan privasi atau pembaruan perangkat lunak. Fokusnya murni pada tujuan untuk melepaskan diri sejenak dari dunia maya.

Bagaimana Brick Mengubah Kebiasaan?

Kunci keberhasilan Brick terletak pada hambatan fisik yang diciptakannya. Ketika Anda ingin membuka media sosial atau memeriksa email, Anda tidak bisa langsung melakukannya. Anda harus terlebih dahulu mengambil Brick, membukanya (yang mungkin memerlukan sedikit usaha, tergantung jenis penguncinya), mengeluarkan ponsel, lalu baru bisa mengaksesnya. Proses ‘perjuangan’ kecil ini seringkali cukup untuk memadamkan impuls awal.

Selain itu, Brick mendorong pengguna untuk lebih sadar akan waktu mereka. Ketika ponsel terkunci, pengguna akan lebih memperhatikan lingkungan sekitar, berinteraksi dengan orang lain, atau melakukan aktivitas produktif lainnya. Hal ini dapat membantu membangun kembali kebiasaan positif yang mungkin telah terkikis oleh dominasi ponsel.

Pengguna Brick melaporkan berbagai manfaat positif, mulai dari peningkatan kualitas tidur, fokus yang lebih baik saat bekerja atau belajar, hingga hubungan yang lebih erat dengan keluarga dan teman karena interaksi tatap muka yang lebih intens. Rasa ‘bebas’ dari tekanan untuk selalu terhubung menjadi sensasi yang dicari banyak orang.

Target Pasar dan Potensi

Brick sangat relevan bagi siapa saja yang merasa kesulitan mengontrol penggunaan ponsel, mulai dari pelajar, profesional muda, orang tua yang ingin memberikan contoh baik kepada anak-anaknya, hingga individu yang sadar akan dampak negatif paparan layar berlebihan terhadap kesehatan mental dan fisik. Dengan harga yang relatif terjangkau dibandingkan dengan berbagai terapi atau kursus produktivitas, Brick menawarkan solusi ‘keras’ namun efektif.

Potensi Brick tidak hanya terbatas pada penggunaan personal. Perusahaan yang peduli dengan kesejahteraan karyawannya bisa mempertimbangkan Brick sebagai alat bantu untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih fokus, terutama saat sesi kerja yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Ide ini juga bisa diterapkan di institusi pendidikan untuk membantu siswa lebih berkonsentrasi di kelas atau saat belajar mandiri.

Kesimpulan: Sebuah Alat Sederhana dengan Dampak Luar Biasa

Dalam lanskap teknologi yang terus berkembang, terkadang solusi paling efektif justru datang dari kesederhanaan. Brick membuktikan bahwa hambatan fisik bisa menjadi penangkal ampuh terhadap godaan digital yang semakin canggih. Bagi mereka yang lelah berjuang sendiri melawan kecanduan layar, Brick mungkin adalah jawaban yang selama ini dicari. Dengan investasi $59, Anda tidak hanya membeli sebuah gadget, tetapi juga sebuah ‘tiket’ menuju ketenangan digital dan keseimbangan hidup yang lebih baik.

Tags: Berita TerkinigadgetTeknologi
Previous Post

Victoria Bersiap Hadapi Bencana Kebakaran: Evakuasi Massal dengan Segala Harta Benda

Next Post

[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran “CPNS Dinas Perhubungan 2026”

digitalbisnis

digitalbisnis

Next Post

[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran "CPNS Dinas Perhubungan 2026"

Discussion about this post

digitalbisnis.id

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.

  • Bisnis
  • Gadget & App
  • Teknologi
  • Start Up
  • Event

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.