Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial yang mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadikan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai jaminan pinjaman dari China demi memfasilitasi pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden. Klaim ini menyebar luas dan menimbulkan kegelisahan di kalangan masyarakat terkait kedaulatan negara dan motif politik di balik proyek IKN.
Salah satu unggahan yang menyebarkan narasi tersebut bahkan menyertakan narasi tambahan yang lebih provokatif, menyebutkan bahwa “China siap gelontorkan triliunan rupiah untuk IKN jika Jokowi jamin Gibran jadi Cawapres.” Unggahan-unggahan serupa kerap beredar di berbagai platform media sosial, didukung dengan tangkapan layar atau kutipan yang tidak jelas sumbernya.
Penelusuran Fakta
Tim verifikasi fakta digitalbisnis.id telah melakukan penelusuran mendalam untuk menguji kebenaran klaim tersebut. Proses penelusuran dimulai dengan mengidentifikasi sumber asli dari klaim yang beredar. Berdasarkan penelusuran kami, narasi ini tidak didukung oleh bukti-bukti konkret atau pernyataan resmi dari pihak pemerintah Indonesia maupun Pemerintah China.
Untuk membantah klaim tersebut, kami melakukan analisis terhadap beberapa aspek. Pertama, skema pembiayaan IKN telah diumumkan secara transparan oleh pemerintah. Proyek ambisius ini didanai melalui kombinasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), investasi swasta, serta skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Tidak ada satupun pernyataan atau dokumen resmi yang menyebutkan bahwa China secara spesifik memberikan pinjaman dengan IKN sebagai jaminan.
Kedua, terkait narasi pencalonan Gibran, kontestasi politik di Indonesia diatur oleh Undang-Undang dan mekanisme partai politik. Keputusan pencalonan Gibran sebagai wakil presiden merupakan hasil dari dinamika politik internal partai pengusung dan keputusan Mahkamah Konstitusi terkait batas usia calon. Mengaitkan pinjaman luar negeri dengan keputusan politik domestik semacam ini adalah spekulasi yang tidak berdasar dan tidak sesuai dengan logika sebab-akibat yang lazim dalam hubungan internasional maupun politik.
Lebih lanjut, apabila memang ada pinjaman sebesar triliunan rupiah dari China dengan menjadikan IKN sebagai jaminan, hal tersebut seharusnya memicu berita besar di media kredibel internasional maupun nasional, serta memunculkan pembahasan di parlemen. Kenyataannya, tidak ada pemberitaan signifikan yang mengkonfirmasi adanya transaksi semacam itu. Sebaliknya, pemerintah terus menekankan bahwa pendanaan IKN berasal dari berbagai sumber dan menolak ketergantungan pada satu negara saja.
Penyebaran informasi yang tidak benar ini berpotensi menimbulkan keresahan publik dan mendiskreditkan upaya pembangunan nasional. Menggunakan isu IKN yang sensitif untuk tujuan politik adalah praktik yang sering terjadi dalam lanskap informasi digital yang rentan terhadap disinformasi.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran mendalam terhadap berbagai sumber, tidak ditemukan bukti yang mendukung klaim bahwa Presiden Jokowi menjadikan IKN sebagai jaminan pinjaman dari China untuk memfasilitasi pencalonan Gibran Rakabuming Raka. Narasi tersebut merupakan informasi palsu yang menyesatkan.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah.


Discussion about this post