Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial yang mengklaim adanya penipuan terkait pemutakhiran akun Data Pokok Pendidikan (Dapodik) melalui WhatsApp. Pesan berantai ini memperingatkan masyarakat, khususnya para pendidik, untuk berhati-hati terhadap upaya penipuan yang menggunakan modus pembaruan data sekolah.
Narasi yang beredar secara spesifik menyebutkan, “Waspada!!! Beredar info penipuan pemutakhiran Akun Dapodik Via WA. Mohon untuk tidak membuka link dan membalas pesan yang mengatasnamakan Tim Dapodik untuk pemutakhiran data. Kemdikbudristek tidak pernah meminta pemutakhiran data melalui WA atau link yang tidak resmi.”
Penelusuran Fakta
Tim redaksi digitalbisnis.id melakukan penelusuran mendalam untuk memverifikasi kebenaran klaim yang beredar ini. Analisis dimulai dengan mengidentifikasi sumber resmi terkait Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).
Faktanya, Kemdikbudristek memiliki prosedur resmi dan saluran komunikasi yang telah ditetapkan untuk segala urusan terkait Dapodik. Pemutakhiran data sekolah dan akun pendidik umumnya dilakukan melalui portal resmi Dapodik yang dapat diakses melalui situs web yang terverifikasi, bukan melalui pesan instan seperti WhatsApp. Instruksi dan pembaruan informasi terkait Dapodik selalu disampaikan melalui pengumuman resmi di situs web Kemdikbudristek atau melalui kanal komunikasi yang ditunjuk secara resmi kepada dinas pendidikan setempat.
Modus penipuan semacam ini kerap memanfaatkan ketidakhati-hatian pengguna untuk mendapatkan informasi pribadi atau bahkan melakukan tindak kejahatan finansial. Pelaku penipuan biasanya mengirimkan pesan berisi tautan atau instruksi untuk “memutakhirkan data” dengan tujuan mencuri kredensial login atau menyebarkan malware. Jika pengguna mengklik tautan tersebut, mereka berisiko data mereka disalahgunakan atau perangkat mereka terinfeksi.
Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap pesan yang tidak jelas sumbernya dan meminta tindakan segera melalui kanal yang tidak resmi adalah langkah krusial. Kemdikbudristek secara konsisten mengimbau seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk selalu merujuk pada sumber informasi resmi dan tidak mudah percaya pada pesan yang mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan data pribadi atau institusional.
Kesimpulan
Informasi mengenai adanya modus penipuan pemutakhiran akun Data Pokok Pendidikan (Dapodik) melalui WhatsApp adalah benar adanya dan merupakan modus operandi yang harus diwaspadai. Klaim bahwa Kemdikbudristek tidak pernah meminta pemutakhiran data melalui WhatsApp atau link tidak resmi adalah sahih.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah.


Discussion about this post