Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial/pesan berantai yang mengklaim bahwa telah dibuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Kejaksaan Republik Indonesia tahun 2026. Informasi ini disertai dengan sebuah tautan yang diduga sebagai sarana pendaftaran.
Salah satu contoh narasi yang beredar adalah sebagai berikut: “Telah dibuka rekrutmen CPNS Kejaksaan RI Tahun 2026. Bagi yang berminat, silakan daftarkan diri Anda melalui tautan berikut: [Link URL yang mencurigakan].”
Penelusuran Fakta
Tim investigasi digitalbisnis.id segera melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim rekrutmen CPNS Kejaksaan RI 2026 yang beredar. Proses penelusuran dimulai dengan memverifikasi sumber informasi dan keabsahan tautan yang dibagikan.
Berdasarkan penelusuran, tidak ada pengumuman resmi dari Kejaksaan RI maupun Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengenai pembukaan rekrutmen CPNS untuk tahun 2026. Jadwal rekrutmen CPNS biasanya diumumkan jauh sebelum pelaksanaan dan melalui kanal resmi pemerintah. Pembukaan rekrutmen CPNS untuk tahun 2026 di awal tahun 2024, bahkan sebelum proses rekrutmen 2024 dimulai secara resmi, adalah tidak logis.
Logika ‘Sebab-Akibat’ menunjukkan bahwa klaim ini berakar pada upaya penipuan. Sebab, tautan yang dibagikan berpotensi mengarahkan pengguna ke situs web palsu yang dirancang untuk mencuri data pribadi atau memeras uang dengan dalih biaya administrasi pendaftaran. Akibatnya, masyarakat yang tidak waspada bisa menjadi korban penipuan berkedok rekrutmen CPNS.
Konteks asli dari modus penipuan semacam ini sering kali memanfaatkan antusiasme masyarakat terhadap lowongan CPNS. Pelaku menyebarkan informasi palsu jauh sebelum jadwal resmi rekrutmen untuk menarik korban sebanyak-banyaknya.
Kesimpulan
Informasi mengenai rekrutmen CPNS Kejaksaan RI 2026 yang beredar luas disertai dengan tautan pendaftaran adalah tidak benar dan merupakan modus penipuan. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati terhadap segala bentuk informasi lowongan pekerjaan yang tidak berasal dari sumber resmi pemerintah.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah.


Discussion about this post