• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
Monday, February 23, 2026
  • Login
digitalbisnis.id
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
digitalbisnis.id
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Teknologi Bisnis

Ancaman Kanan Jauh: Mengapa Amarah Moral Saja Tidak Cukup Melawan Kebangkitan Neo-Nazisme

digitalbisnis by digitalbisnis
February 23, 2026
in Bisnis
Ancaman Kanan Jauh: Mengapa Amarah Moral Saja Tidak Cukup Melawan Kebangkitan Neo-Nazisme
465
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kebangkitan Ideologi Ekstrem: Ancaman Nyata di Panggung Politik

Di tengah lanskap politik global yang semakin kompleks, fenomena kebangkitan kelompok sayap kanan ekstrem dan ideologi yang berakar pada sejarah kelam tak bisa lagi diabaikan. Salah satu partai yang kerap menjadi sorotan dalam isu ini adalah Alternative für Deutschland (AfD) di Jerman. Partai ini tak jarang dituding ‘bermain api’ dengan mengungkit kembali sejarah kelam Nazi, sebuah langkah yang memicu kemarahan moral publik. Namun, pertanyaannya, apakah amarah moral semata cukup untuk membendung gelombang ekstremisme sayap kanan yang semakin menguat?

AfD dan Jejak Sejarah yang Kontroversial

Gencarnya pemberitaan mengenai AfD dan dugaan keterkaitannya dengan narasi Neo-Nazi bukan tanpa alasan. Sejumlah politisi dan aktivis AfD kerap melontarkan pernyataan atau menunjukkan sikap yang dinilai sebagai upaya untuk meminimalkan kejahatan rezim Nazi, atau bahkan merehabilitasi citra tokoh-tokohnya. Pernyataan kontroversial seperti ini, yang seringkali mengabaikan skala tragedi kemanusiaan yang terjadi, tentu saja memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Bagi banyak orang, terutama mereka yang memiliki ingatan kolektif tentang horor Perang Dunia II dan Holocaust, tindakan ini adalah bentuk penghinaan terhadap jutaan korban.

Table of Contents

Toggle
  • Kebangkitan Ideologi Ekstrem: Ancaman Nyata di Panggung Politik
  • AfD dan Jejak Sejarah yang Kontroversial
  • Kemarahan Moral: Reaksi Awal yang Penting, Namun Belum Cukup
  • Akar Permasalahan: Mengapa Ideologi Ekstrem Tumbuh Subur?
  • Strategi Melawan Ekstremisme: Lebih dari Sekadar Kecaman
  • Kesimpulan: Kesiapan Menghadapi Tantangan Jangka Panjang

Kemarahan Moral: Reaksi Awal yang Penting, Namun Belum Cukup

Reaksi amarah moral yang muncul adalah respons alamiah dan penting. Ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kesadaran etis dan menolak segala bentuk glorifikasi kejahatan kemanusiaan. Media, akademisi, dan masyarakat sipil kerap menyuarakan keprihatinan dan kecaman. Demonstrasi anti-rasisme dan anti-ekstremisme menjadi pemandangan yang cukup umum ketika isu ini mencuat. Ini adalah sinyal bahwa nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan masih dipegang teguh oleh sebagian besar masyarakat.

Namun, sejarah telah mengajarkan kita bahwa amarah moral, meskipun menjadi katalisator awal, seringkali tidak cukup untuk memberikan solusi jangka panjang. Kebangkitan kelompok ekstremis bukanlah fenomena yang muncul tiba-tiba. Ia seringkali merupakan akumulasi dari berbagai faktor sosio-ekonomi, politik, dan budaya yang terjadi selama bertahun-tahun. Mengandalkan emosi semata untuk melawan ideologi yang terstruktur dan memiliki basis pendukung dapat berujung pada kekalahan.

Akar Permasalahan: Mengapa Ideologi Ekstrem Tumbuh Subur?

Untuk memahami mengapa AfD dan partai sejenisnya mendapatkan daya tarik, kita perlu melihat lebih dalam pada akar permasalahan. Beberapa faktor kunci yang seringkali menjadi pemicu antara lain:

  • Ketidakpuasan Ekonomi dan Sosial: Krisis ekonomi, pengangguran, ketimpangan pendapatan, dan perasaan ditinggalkan oleh pemerintah dapat menciptakan lahan subur bagi retorika populis yang menyalahkan kelompok minoritas atau imigran sebagai kambing hitam.
  • Kekhawatiran Budaya dan Identitas: Globalisasi dan perubahan demografi seringkali menimbulkan kekhawatiran mengenai identitas nasional dan budaya. Kelompok ekstremis memanfaatkan rasa ketakutan ini dengan menawarkan narasi tentang ‘pemulihan kejayaan bangsa’ dan ‘perlindungan budaya asli’.
  • Polarisasi Politik: Lanskap politik yang semakin terpolarisasi, di mana dialog antar kubu semakin sulit, dapat mendorong masyarakat mencari alternatif yang lebih ‘radikal’ atau ‘berbeda’.
  • Peran Media Sosial: Platform media sosial telah menjadi alat yang ampuh bagi kelompok ekstremis untuk menyebarkan propaganda mereka, merekrut anggota baru, dan menciptakan ‘echo chambers’ di mana pandangan mereka diperkuat tanpa interupsi.

Strategi Melawan Ekstremisme: Lebih dari Sekadar Kecaman

Melawan kebangkitan ideologi ekstrem, terutama yang berakar pada sejarah kelam, membutuhkan strategi yang komprehensif dan multidimensional. Berikut adalah beberapa langkah krusial yang perlu diambil:

  1. Pendidikan yang Kuat: Pendidikan sejarah yang akurat dan mendalam mengenai kekejaman Nazi dan dampak Perang Dunia II sangat penting. Sekolah dan institusi pendidikan harus menjadi benteng pertama dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan pemahaman kritis terhadap propaganda.
  2. Dialog Konstruktif: Alih-alih hanya mengisolasi atau mencemooh, penting untuk memahami akar ketidakpuasan pendukung kelompok ekstrem. Dialog yang terbuka dan jujur, meskipun sulit, dapat membantu mengidentifikasi masalah dan mencari solusi yang lebih inklusif.
  3. Kebijakan Ekonomi dan Sosial yang Berkeadilan: Pemerintah perlu fokus pada penciptaan kebijakan yang mengurangi ketimpangan, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Mengatasi akar masalah ekonomi dan sosial akan mengurangi daya tarik retorika ekstrem.
  4. Regulasi dan Pengawasan Media Sosial: Diperlukan upaya untuk mencegah penyebaran ujaran kebencian dan disinformasi di platform digital. Ini bisa melibatkan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan teknologi, dan masyarakat sipil untuk menciptakan lingkungan online yang lebih sehat.
  5. Memperkuat Institusi Demokrasi: Demokrasi yang kuat, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan warganya adalah penangkal terbaik bagi ekstremisme. Memastikan proses pemilu yang adil, kebebasan pers, dan hak-hak sipil terjamin adalah fundamental.
  6. Menegakkan Hukum terhadap Ujaran Kebencian: Meskipun kebebasan berpendapat adalah hak fundamental, ujaran kebencian yang memicu kekerasan atau diskriminasi harus ditindak secara hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Kesimpulan: Kesiapan Menghadapi Tantangan Jangka Panjang

Kemarahan moral terhadap partai seperti AfD yang terindikasi bermain api dengan sejarah kelam adalah reaksi yang valid dan perlu. Namun, perjuangan melawan kebangkitan sayap kanan ekstrem dan ideologi yang berpotensi merusak tatanan sosial jauh lebih kompleks. Dibutuhkan lebih dari sekadar kecaman dan kemarahan sesaat. Diperlukan pemahaman mendalam tentang akar permasalahan, strategi jangka panjang yang komprehensif, serta komitmen kuat dari seluruh elemen masyarakat untuk memperjuangkan nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan kemanusiaan. Kegagalan dalam melakukan hal ini dapat berakibat pada penguatan kelompok-kelompok yang mengancam stabilitas dan harmoni sosial.

Tags: Berita TerkiniBisnisdeep tech
Previous Post

[PENIPUAN] Menteri Agama Umumkan Dana Hibah Al Bayti

Next Post

Polda Jatim Gerebek Pabrik Emas Ilegal, Dua Tersangka Dibekuk

digitalbisnis

digitalbisnis

Next Post
Polda Jatim Gerebek Pabrik Emas Ilegal, Dua Tersangka Dibekuk

Polda Jatim Gerebek Pabrik Emas Ilegal, Dua Tersangka Dibekuk

Discussion about this post

Market

Crypto markets by TradingView
digitalbisnis.id

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.

  • Bisnis
  • Gadget & App
  • Teknologi
  • Start Up
  • Event

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.