Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial yang mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta warga Aceh untuk mengeroyok Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia. Klaim ini menyebar luas melalui berbagai platform daring dan pesan berantai, menimbulkan keresahan dan potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Klaim yang beredar umumnya berupa tangkapan layar atau kutipan teks yang memuat narasi provokatif. Salah satu contoh pesan yang beredar berbunyi, “Pesan Penting dari Presiden Prabowo untuk Seluruh Warga Aceh: Jika bertemu Bahlil di tanah Aceh, jangan segan-segan untuk mengeroyoknya! Ia adalah pengkhianat dan tidak pantas berada di Aceh.” Narasi serupa juga ditemukan dalam bentuk grafis yang dibagikan di berbagai grup diskusi daring.
Penelusuran Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, tim digitalbisnis.id melakukan penelusuran mendalam terhadap berbagai sumber informasi. Proses investigasi dimulai dengan melakukan pencarian kata kunci terkait klaim ini di mesin pencari terkemuka, serta memantau percakapan di platform media sosial dan forum daring.
Hasil penelusuran menunjukkan tidak adanya bukti kredibel yang mendukung klaim tersebut. Tidak ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto, baik melalui kanal komunikasi kepresidenan maupun media terverifikasi, yang berisi permintaan agar warga Aceh mengeroyok Bahlil Lahadalia. Pernyataan tersebut sepenuhnya merupakan fabrikasi dan tidak memiliki dasar fakta.
Penelusuran lebih lanjut mengarah pada temuan bahwa narasi hoaks ini muncul dari sumber yang tidak jelas dan disebarkan tanpa verifikasi. Kemungkinan besar, klaim ini sengaja diciptakan untuk tujuan provokasi, mendiskreditkan salah satu tokoh politik, atau bahkan menciptakan kegaduhan di kalangan masyarakat, khususnya di Aceh. Sikap provokatif dan ajakan untuk melakukan kekerasan seperti “mengeroyok” jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip kewarganegaraan yang baik dan norma hukum yang berlaku di Indonesia.
Analisis konteks menunjukkan bahwa informasi semacam ini sering kali dibagikan secara viral dengan tujuan memecah belah dan menimbulkan keresahan publik. Tidak adanya sumber yang jelas dan kredibel, serta sifat narasi yang provokatif dan menyebarkan kebencian, merupakan indikator kuat dari sebuah informasi palsu.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta yang komprehensif, klaim mengenai Presiden Prabowo Subianto yang meminta warga Aceh mengeroyok Bahlil Lahadalia adalah tidak benar. Narasi ini merupakan berita bohong yang disebarkan tanpa dasar fakta dan berpotensi menimbulkan keresahan.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah.


Discussion about this post