Sebuah Lagu Ikonik dengan Kisah Kelam di Baliknya
Lagu ‘Every Breath You Take’ dari The Police adalah salah satu karya musik paling ikonik di era 1980-an. Melodinya yang menghantui dan liriknya yang puitis berhasil menduduki puncak tangga lagu di seluruh dunia, bahkan hingga kini masih sering diputar dan dinyanyikan ulang. Namun, di balik kesuksesan fenomenalnya, tersimpan kisah kelam yang menghancurkan hubungan para personel The Police, terutama antara Sting, sang penulis lagu, dan personel lainnya.
Kesuksesan yang Membawa Perpecahan
Dirilis pada tahun 1983 sebagai bagian dari album ‘Synchronicity’, ‘Every Breath You Take’ menjadi hit terbesar The Police. Lagu ini mendominasi tangga lagu Billboard Hot 100 selama empat minggu berturut-turut dan memenangkan Grammy Award untuk Song of the Year. Kesuksesan komersialnya tak terbantahkan, namun di balik gemerlap ketenaran, ketegangan di dalam band semakin memuncak. Sting, yang saat itu sedang mengalami gejolak pribadi pasca perceraiannya, menuangkan perasaannya ke dalam lagu tersebut. Ironisnya, apa yang ia tuangkan adalah perasaan posesif dan obsesif yang terbungkus dalam lirik yang terdengar romantis bagi banyak pendengar.
Lirik Posesif yang Disalahartikan
Banyak yang menganggap ‘Every Breath You Take’ sebagai lagu cinta klasik. Lirik seperti “Every breath you take, every move you make, every bond you break, every step you take, I’ll be watching you” seringkali diinterpretasikan sebagai ungkapan cinta yang mendalam dan kesetiaan. Namun, Sting sendiri telah berulang kali menyatakan bahwa lagu tersebut sebenarnya menggambarkan obsesi dan pengawasan yang penuh dendam terhadap mantan kekasihnya. Ia menggambarkan perasaan sakit hati dan ketidakmampuan untuk melepaskan, bahkan ketika hubungan telah berakhir.
“Saya pikir itu adalah lagu yang sangat jahat dan munafik,” ujar Sting dalam sebuah wawancara. “Itu adalah pengawasan yang brutal. Saya terus memikirkan mata itu melihat Anda, dan itulah mengapa begitu banyak orang menganggapnya sebagai lagu yang indah, padahal sebenarnya tidak.”
Dampak pada Hubungan Band
Fokus Sting yang semakin besar pada karier solonya dan sifat lagu ‘Every Breath You Take’ yang sangat personal semakin menciptakan jurang pemisah antara dirinya dan dua anggota The Police lainnya, Andy Summers (gitar) dan Stewart Copeland (drum). Sting merasa bahwa lagu tersebut adalah miliknya sepenuhnya, sementara Summers dan Copeland merasa kontribusi mereka dalam aransemen lagu tersebut seringkali diabaikan. Ketidakpuasan ini diperparah dengan perbedaan visi kreatif dan gaya hidup di antara mereka.
Andy Summers, dalam otobiografinya, menggambarkan bagaimana lagu tersebut menjadi simbol perpecahan. Ia merasa bahwa Sting menjadi semakin tertutup dan sulit didekati, terutama setelah kesuksesan besar ‘Synchronicity’. Perasaan bahwa Sting ‘memiliki’ lagu tersebut, terlepas dari upaya kolektif mereka dalam membentuk suara The Police, menciptakan rasa frustrasi yang mendalam.
Akhir dari Sebuah Era
Meskipun ‘Every Breath You Take’ membawa The Police ke puncak kesuksesan global, lagu tersebut juga menandai awal dari akhir bagi band legendaris ini. Ketegangan internal yang disebabkan oleh ego, perbedaan kreatif, dan dampak lagu yang sangat personal membuat The Police akhirnya bubar pada tahun 1986. Sting melanjutkan karier solonya yang gemilang, sementara Summers dan Copeland juga mengejar proyek musik mereka masing-masing.
Warisan yang Kompleks
Kisah di balik ‘Every Breath You Take’ adalah pengingat bahwa di balik karya seni yang indah, seringkali terdapat cerita yang jauh lebih kompleks dan terkadang menyakitkan. Lagu ini tetap menjadi salah satu lagu paling dikenali sepanjang masa, namun bagi para penggemar yang mengetahui kisahnya, lagu ini juga menjadi simbol dari sebuah era yang berakhir, di mana kesuksesan yang luar biasa justru membawa kehancuran bagi sebuah band.
Lirik ‘Every Breath You Take’ yang awalnya dimaksudkan sebagai ekspresi rasa sakit pribadi Sting, secara tidak sengaja menjadi lagu yang diartikan sebagai simbol cinta dan kesetiaan oleh jutaan orang. Ironi ini menambah lapisan kedalaman pada lagu yang sudah kaya akan nuansa emosional, sekaligus menjadi pengingat bahwa interpretasi sebuah karya seni bisa sangat bervariasi, terlepas dari niat awal sang pencipta.
Pelikan Pengingat Bisnis Musik
Dari perspektif bisnis, kesuksesan ‘Every Breath You Take’ menunjukkan kekuatan sebuah lagu yang mampu merangkul berbagai lapisan pendengar. Meskipun dibalut lirik yang gelap oleh Sting, daya tarik melodis dan aransemen musikal yang kuat berhasil menjadikannya hit global. Hal ini menyoroti bagaimana elemen-elemen musik yang berbeda dapat bersinergi untuk menciptakan produk yang sangat laku di pasar. Namun, di sisi lain, kisah perpecahan The Police juga menjadi studi kasus penting dalam manajemen band dan dinamika hubungan antar anggota dalam industri musik yang kompetitif. Pengelolaan ego, komunikasi yang efektif, dan kesepakatan yang adil dalam pembagian royalti dan pengakuan karya adalah pelajaran berharga yang bisa diambil dari tragedi di balik lagu ikonik ini.


Discussion about this post