• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
Sunday, February 22, 2026
  • Login
digitalbisnis.id
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
digitalbisnis.id
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Teknologi

Energi Bumi Tak Kalah Boros dari AI, Sam Altman Ingatkan Pentingnya Efisiensi Manusia

digitalbisnis by digitalbisnis
February 22, 2026
in Teknologi
Energi Bumi Tak Kalah Boros dari AI, Sam Altman Ingatkan Pentingnya Efisiensi Manusia
465
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perdebatan Konsumsi Energi: AI vs. Manusia

Di tengah euforia perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang pesat, sebuah perspektif krusial kembali diangkat oleh Sam Altman, CEO OpenAI. Altman mengingatkan publik bahwa konsumsi energi yang masif bukan hanya menjadi isu yang melekat pada teknologi AI, melainkan juga pada aktivitas manusia itu sendiri. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai jejak karbon dan kebutuhan daya yang besar dari infrastruktur AI.

AI dan Kebutuhan Energi: Sebuah Tinjauan

Tidak dapat dipungkiri, pelatihan model AI canggih, terutama yang berskala besar seperti yang dikembangkan OpenAI, membutuhkan sumber daya komputasi yang luar biasa. Pusat data yang menampung server-server bertenaga tinggi ini beroperasi nonstop dan mengonsumsi energi dalam jumlah besar untuk menjalankan proses komputasi dan menjaga suhu tetap optimal. Hal ini memicu perdebatan sengit mengenai keberlanjutan pengembangan AI dalam skala global, terutama di era di mana isu perubahan iklim semakin mendesak.

Table of Contents

Toggle
  • Perdebatan Konsumsi Energi: AI vs. Manusia
  • AI dan Kebutuhan Energi: Sebuah Tinjauan
  • Altman: Manusia Juga Mengonsumsi Energi Besar
  • Menyoroti Pola Konsumsi Global
  • Menuju Solusi yang Berkelanjutan
  • Tantangan dan Peluang ke Depan
  • Masa Depan Energi yang Bertanggung Jawab

Altman: Manusia Juga Mengonsumsi Energi Besar

Namun, Altman berargumen bahwa fokus eksklusif pada konsumsi energi AI bisa jadi menyesatkan. Ia menekankan bahwa aktivitas manusia sehari-hari, mulai dari transportasi, industri, hingga pemanasan dan pendinginan bangunan, secara kumulatif juga menyumbang porsi konsumsi energi yang sangat signifikan. Tanpa disadari, gaya hidup modern yang serba terhubung dan nyaman ini memiliki biaya energi yang substansial. Pernyataan Altman ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan dalam diskusi, mendorong evaluasi yang lebih holistik terhadap masalah energi.

Menyoroti Pola Konsumsi Global

Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya melihat gambaran besar konsumsi energi global. Industri teknologi, termasuk AI, memang menjadi salah satu konsumen energi yang terus bertambah. Namun, sektor-sektor tradisional seperti energi fosil, transportasi, dan industri berat telah lama menjadi penyumbang emisi dan konsumsi energi terbesar. Altman menyarankan agar perhatian tidak hanya terfokus pada ‘musuh baru’ seperti AI, tetapi juga pada upaya efisiensi di sektor-sektor yang sudah ada.

Menuju Solusi yang Berkelanjutan

Baik AI maupun aktivitas manusia, keduanya membutuhkan solusi energi yang lebih berkelanjutan. Bagi industri AI, ini berarti penelitian dan pengembangan algoritma yang lebih efisien, penggunaan sumber energi terbarukan untuk pusat data, serta optimasi infrastruktur komputasi. Di sisi lain, bagi manusia, ini menuntut perubahan pola konsumsi, adopsi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, dan investasi dalam teknologi yang hemat energi di berbagai sektor.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Perdebatan yang diangkat oleh Sam Altman ini membuka peluang untuk diskusi yang lebih konstruktif. Daripada saling menyalahkan antara teknologi dan manusia, fokusnya dapat dialihkan pada bagaimana kedua elemen ini dapat berkolaborasi untuk menciptakan masa depan yang lebih efisien secara energi. Inovasi dalam teknologi AI justru dapat menjadi alat bantu untuk mengoptimalkan penggunaan energi di sektor-sektor lain, misalnya melalui analisis data untuk manajemen energi yang lebih baik dalam industri atau transportasi.

Masa Depan Energi yang Bertanggung Jawab

Pada akhirnya, tantangan energi adalah tantangan kolektif. Mengakui bahwa manusia juga memiliki peran besar dalam konsumsi energi adalah langkah awal yang penting. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif, diharapkan para pengembang teknologi, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas dapat bekerja sama untuk merancang dan mengimplementasikan solusi yang tidak hanya mendorong kemajuan, tetapi juga menjaga kelestarian planet ini untuk generasi mendatang.

Tags: aiBerita TerkiniTeknologi
Previous Post

Jawa Barat: Inisiatif Unik Pulihkan Siswa Bermasalah Lewat Pendidikan Militer Gratis

digitalbisnis

digitalbisnis

Discussion about this post

Market

Crypto markets by TradingView
digitalbisnis.id

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.

  • Bisnis
  • Gadget & App
  • Teknologi
  • Start Up
  • Event

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.