Pada Mei 2020, sebuah operasi militer swasta yang terdengar seperti naskah film Hollywood berakhir dengan kegagalan total di pesisir Venezuela. Dikenal sebagai Operasi Gideon, upaya penggulingan Presiden Nicolás Maduro ini bukan hanya menjadi catatan kaki dalam sejarah geopolitik, tetapi juga sebuah studi kasus yang menarik tentang ambisi bisnis, manajemen risiko yang buruk, dan konsekuensi fatal ketika sebuah perusahaan keamanan swasta mencoba bermain di liga negara adidaya.
Di pusat operasi ini adalah Silvercorp USA, sebuah firma keamanan swasta yang berbasis di Florida, didirikan oleh mantan anggota Baret Hijau (Green Beret) AS, Jordan Goudreau. Dengan portofolio yang minim, Goudreau meluncurkan pertaruhan terbesar dalam karirnya: sebuah kontrak yang diklaimnya ditandatangani dengan pihak oposisi Venezuela yang dipimpin oleh Juan Guaidó untuk menangkap Maduro dan ‘membebaskan’ negara tersebut. Operasi ini adalah sebuah ‘startup’ di bidang intervensi militer, sebuah usaha berisiko tinggi dengan potensi imbalan yang mengubah peta politik dunia.
Dari Kontrak Politik ke Eksekusi Amatir
Layaknya sebuah proposal bisnis, Operasi Gideon memiliki tujuan yang jelas, namun eksekusinya jauh dari kata profesional. Rencana tersebut melibatkan pendaratan amfibi oleh sekelompok kecil tentara bayaran, termasuk dua warga Amerika, Luke Denman dan Airan Berry, bersama dengan para pembelot Venezuela. Mereka berharap dapat memicu pemberontakan massal dan menggulingkan rezim Maduro dari dalam.
Namun, sejak awal, operasi ini dipenuhi dengan bendera merah. Laporan menyebutkan kurangnya pendanaan yang memadai, perencanaan logistik yang serampangan, dan kebocoran informasi intelijen. Pasukan yang dikirim terlalu kecil, persenjataannya tidak memadai, dan elemen kejutan sama sekali tidak ada. Hasilnya bisa ditebak: pasukan keamanan Venezuela dengan mudah mencegat para penyerbu. Beberapa tewas dalam baku tembak, sementara yang lain, termasuk dua warga Amerika, ditangkap dan kemudian dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. ‘Produk’ yang ditawarkan Silvercorp gagal total saat diluncurkan.
Gedung Putih Cuci Tangan, Trump Beri Komentar Singkat
Kegagalan ini dengan cepat menarik perhatian internasional dan sorotan langsung tertuju pada Washington. Mengingat dukungan vokal pemerintahan Trump terhadap Juan Guaidó sebagai pemimpin sah Venezuela, banyak pihak berspekulasi tentang keterlibatan rahasia pemerintah AS. Namun, tudingan tersebut dibantah keras oleh para pejabat tinggi, termasuk Presiden Donald Trump sendiri.
Dalam sebuah pernyataan kepada wartawan, Trump menjauhkan pemerintahannya dari insiden memalukan tersebut. Dengan gaya khasnya, ia memberikan komentar yang lugas dan singkat. “Saya baru saja mendapat informasi. Tidak ada hubungannya dengan pemerintah kami. Saya baru saja mendengarnya,” ujar Trump. Sanggahan ini, meskipun tegas, tidak sepenuhnya memadamkan spekulasi. Bagi para analis, insiden ini setidaknya menunjukkan kegagalan intelijen atau pengawasan terhadap aktivitas warga negaranya yang berpotensi memicu konflik internasional.
Pelajaran Bisnis dari Kegagalan Militer
Jika dilihat dari kacamata ‘digitalbisnis.id’, Operasi Gideon adalah pelajaran berharga tentang apa yang terjadi ketika ambisi melampaui kapabilitas. Pertama, ini adalah contoh ekstrem dari kegagalan ‘due diligence’ atau uji tuntas. Goudreau tampaknya terlalu percaya pada asumsi bahwa dukungan rakyat akan muncul secara spontan, sebuah kesalahan kalkulasi yang fatal dalam bisnis maupun perang.
Kedua, manajemen risiko yang buruk. Memasuki ‘pasar’ yang sangat tidak stabil dan berbahaya seperti Venezuela dengan sumber daya yang terbatas adalah pertaruhan yang tidak bijaksana. Sebuah perusahaan harus mengukur risiko operasional, finansial, dan reputasi sebelum meluncurkan inisiatif sebesar ini. Kegagalan Silvercorp tidak hanya menghancurkan perusahaan itu sendiri tetapi juga merusak kredibilitas oposisi Venezuela yang didukungnya.
Pada akhirnya, kisah Silvercorp dan serangan gagal di Caracas menjadi pengingat kelam tentang bahaya di persimpangan antara bisnis keamanan swasta dan geopolitik. Ini adalah sebuah narasi tentang bagaimana sebuah ‘pitch deck’ yang ambisius dan kontrak bernilai jutaan dolar dapat berubah menjadi bencana diplomatik dan tragedi kemanusiaan ketika perencanaan, sumber daya, dan pemahaman realitas lapangan diabaikan sepenuhnya.

Discussion about this post