• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
Friday, January 9, 2026
  • Login
digitalbisnis.id
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
digitalbisnis.id
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Teknologi Bisnis

Google Masih Ingin Data Pribadi Anda, Waspadai ‘Penerimaan Semua’ Cookies!

digitalbisnis by digitalbisnis
January 5, 2026
in Bisnis
Google Masih Ingin Data Pribadi Anda, Waspadai ‘Penerimaan Semua’ Cookies!
465
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pernahkah Anda merasa sedikit terganggu saat membuka sebuah website dan langsung disambut dengan ‘jendela pop-up’ yang meminta Anda menyetujui segala macam cookies? Ya, fenomena ini seolah menjadi ‘ritual’ baru di era digital. Namun, tahukah Anda apa sebenarnya yang sedang terjadi di balik layar saat kita mengklik tombol ‘Terima Semua’?

Google dan Jebakan Cookiesnya

Baru-baru ini, Google kembali menjadi sorotan terkait praktik pengumpulan data melalui cookies. Sebuah pemberitahuan muncul di halaman awal Google, seolah mengingatkan kita akan pentingnya privasi, namun di sisi lain, justru menawarkan ‘kemudahan’ untuk menyerahkan data pribadi kita.

Table of Contents

Toggle
  • Google dan Jebakan Cookiesnya
  • Lebih dari Sekadar ‘Statistik’
  • Tawaran yang Menggiurkan, Konsekuensi yang Tersembunyi
  • Menimbang Pilihan Anda

Pesan tersebut menyatakan bahwa Google menggunakan cookies dan data untuk, pertama, menyampaikan dan memelihara layanan Google. Ini terdengar masuk akal. Siapa yang mau layanan Google tiba-tiba mati mendadak? Kedua, melacak *outages* (gangguan) dan melindungi dari spam, penipuan, dan penyalahgunaan. Tentu saja, ini adalah langkah preventif yang penting untuk keamanan platform digital sebesar Google.

Namun, poin ketiga yang patut kita perhatikan adalah, ‘Mengukur keterlibatan audiens dan statistik situs untuk memahami bagaimana layanan kami digunakan dan meningkatkan kualitas layanan tersebut.’ Nah, di sinilah letak ‘jebakan’ itu. Pernyataan ini secara tersirat meminta persetujuan kita untuk memantau bagaimana kita berinteraksi dengan layanan Google, lalu data tersebut akan digunakan untuk ‘peningkatan’.

Lebih dari Sekadar ‘Statistik’

Tentu saja, kita semua paham bahwa perusahaan teknologi seperti Google mengumpulkan data pengguna. Ini adalah model bisnis utama mereka. Data tersebut digunakan untuk personalisasi iklan, pengembangan produk baru, dan tentu saja, analisis mendalam tentang perilaku pengguna.

Yang menjadi pertanyaan adalah, sejauh mana ‘peningkatan kualitas layanan’ itu bermanfaat bagi kita sebagai pengguna, dibandingkan dengan keuntungan yang didapat Google dari pengumpulan data yang masif? Saat kita mengklik ‘Terima Semua’, kita secara otomatis memberikan izin kepada Google untuk mengumpulkan data yang lebih luas, yang mungkin mencakup riwayat penelusuran, lokasi, interaksi dengan aplikasi lain, dan lain-lain. Data ini kemudian diolah menjadi profil pengguna yang sangat detail.

Tawaran yang Menggiurkan, Konsekuensi yang Tersembunyi

Google mencoba menyajikan ini sebagai pilihan yang lebih ramah pengguna. Dengan ‘Terima Semua’, kita tidak perlu repot-repot memilih setiap kategori cookies yang ingin kita izinkan. Cukup satu klik, beres. Namun, di balik kemudahan itu, ada konsekuensi yang mungkin tidak kita sadari sepenuhnya. Semakin banyak data yang kita berikan, semakin besar pula ‘jejak digital’ kita yang tersimpan.

Bagi sebagian orang, ini mungkin bukan masalah besar. Mereka merasa nyaman dengan ekosistem Google dan percaya bahwa data mereka akan digunakan secara bertanggung jawab. Namun, bagi mereka yang peduli dengan privasi, ini adalah sebuah dilema. Apakah kita harus mengorbankan sebagian kecil privasi kita demi kenyamanan dan layanan yang lebih personal?

Menimbang Pilihan Anda

Google memang memberikan opsi untuk memilih cookies mana yang ingin disetujui. Namun, siapa yang punya waktu dan kesabaran untuk membaca detail teknis dari setiap kategori cookies? Kebanyakan dari kita cenderung memilih jalan pintas yang ditawarkan.

Pesan dari Google ini pada dasarnya adalah pengingat bahwa di dunia digital ini, kenyamanan seringkali datang dengan harga privasi. Pertanyaannya, apakah kita sudah benar-benar memahami harga yang harus kita bayar saat kita terburu-buru menekan tombol ‘Terima Semua’?

Tags: Bisnisfinancial newsTech News
Previous Post

[SALAH] Titiek Soeharto Resmi Jadi Ketua DPR RI

Next Post

Google Uji Coba Sistem Autentikasi Baru: Tanpa Kata Sandi, Cukup ‘Tekan-Tekan’?

digitalbisnis

digitalbisnis

Next Post
Google Uji Coba Sistem Autentikasi Baru: Tanpa Kata Sandi, Cukup ‘Tekan-Tekan’?

Google Uji Coba Sistem Autentikasi Baru: Tanpa Kata Sandi, Cukup 'Tekan-Tekan'?

Discussion about this post

digitalbisnis.id

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.

  • Bisnis
  • Gadget & App
  • Teknologi
  • Start Up
  • Event

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.