Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial/pesan berantai yang mengklaim bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi ancaman squall line atau badai garis yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem pada malam pergantian tahun.
Klaim tersebut seringkali dilengkapi dengan narasi yang mengkhawatirkan, seolah-olah BMKG memprediksi adanya bencana alam dahsyat yang akan melanda di berbagai wilayah Indonesia menjelang tahun baru. Sejumlah pesan berantai bahkan mencantumkan peringatan agar masyarakat waspada terhadap hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
Penelusuran Fakta
Tim verifikasi fakta digitalbisnis.id melakukan penelusuran mendalam untuk memverifikasi kebenaran informasi yang beredar ini. Proses penelusuran dimulai dengan menganalisis sumber asli dari klaim yang beredar dan membandingkannya dengan pernyataan resmi dari BMKG.
Berdasarkan penelusuran, diketahui bahwa informasi mengenai deteksi ancaman squall line pada malam tahun baru oleh BMKG adalah keliru. Penyebab utama kesalahpahaman ini adalah interpretasi yang salah terhadap informasi yang sebenarnya disampaikan oleh BMKG. Dalam periode tertentu, terutama saat pergantian musim atau menjelang cuaca ekstrem, BMKG memang rutin mengeluarkan informasi prakiraan cuaca yang mencakup potensi fenomena atmosfer seperti squall line.
Namun, squall line adalah fenomena meteorologi yang umum terjadi dan tidak serta merta berarti bencana. Squall line merupakan sebaran awan kumulonimbus yang tersusun memanjang dan dapat menimbulkan hujan intens, angin kencang mendadak, bahkan petir. Sifatnya yang dinamis dan lokal membuat prediksinya memerlukan pembaruan berkala.
Pada konteks informasi yang beredar, BMKG tidak pernah mengeluarkan peringatan khusus mengenai ancaman squall line yang bersifat bencana besar pada malam tahun baru. Kemungkinan besar, pesan yang beredar merupakan pengulangan atau penyalahgunaan informasi prakiraan cuaca rutin yang diambil di luar konteks waktu atau skala dampaknya. BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca melalui kanal resmi mereka, yang selalu mencantumkan tingkat kewaspadaan dan estimasi dampak.
Logika sebab-akibatnya adalah: Sebab: BMKG secara rutin memantau dan memberikan informasi prakiraan cuaca, termasuk potensi fenomena squall line. Akibat: Informasi prakiraan ini disalahartikan dan disebarluaskan di media sosial dengan narasi yang mengkhawatirkan dan tidak sesuai konteks, menimbulkan klaim hoaks mengenai ancaman bencana pada malam tahun baru.
Kesimpulan
Informasi mengenai deteksi ancaman squall line oleh BMKG pada malam tahun baru yang berpotensi menimbulkan bencana adalah tidak benar dan menyesatkan.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah.


Discussion about this post