Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Ilya Lichtenstein, salah satu pelaku peretasan besar di bursa kripto Bitfinex yang berhasil menggondol ribuan Bitcoin. Ia mengklaim bahwa keterlibatannya dalam kasus ini justru berujung pada pembebasan lebih dini dari penjara, dan ia secara khusus menyebut nama mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai pihak yang berjasa atas hal tersebut.
Klaim yang Mengguncang Dunia Kripto
Ilya Lichtenstein, bersama dengan sang istri, Heather Morgan, ditangkap pada Februari 2022 atas dugaan keterlibatan dalam pencurian lebih dari 119.000 Bitcoin dari Bitfinex pada tahun 2016. Nilai aset digital yang hilang saat itu diperkirakan mencapai ratusan juta dolar, dan kini nilainya melonjak hingga miliaran dolar seiring dengan kenaikan harga Bitcoin.
Namun, dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh TechCrunch pada tanggal 27 Februari 2024, Lichtenstein mengungkapkan sebuah narasi yang berbeda. Ia menyatakan bahwa perannya dalam membantu pihak berwenang melacak dan memulihkan sebagian besar aset curian tersebut, justru membawanya pada kesepakatan yang menguntungkan, yaitu pembebasan lebih awal dari hukuman penjara. Ia secara eksplisit mengaitkan intervensi atau pengaruh dari mantan Presiden Donald Trump dalam memperlancar proses tersebut.
“Ada diskusi dengan jaksa, dan kami bersedia untuk berkoordinasi dan memberikan akses ke dana tersebut,” ungkap Lichtenstein dalam wawancara tersebut. Ia menambahkan bahwa proses pemulihan dana ini melibatkan kerja sama dengan berbagai lembaga penegak hukum, termasuk Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Peran Trump yang Masih Misterius
Meski Lichtenstein menyebut nama Trump, detail spesifik mengenai bagaimana mantan presiden tersebut terlibat masih belum sepenuhnya jelas. Pihak Trump sendiri belum memberikan komentar resmi terkait klaim ini. Namun, perlu dicatat bahwa Donald Trump dikenal memiliki pendekatan yang terkadang tidak konvensional dalam menangani kasus-kasus hukum dan diplomasi.
Lichtenstein dan Morgan sendiri telah mengaku bersalah atas berbagai dakwaan terkait pencucian uang dan konspirasi. Keduanya menghadapi ancaman hukuman penjara yang cukup lama. Namun, dengan adanya kesepakatan untuk membantu pemulihan aset, hukuman mereka berpotensi lebih ringan.
Implikasi dan Refleksi
Kasus peretasan Bitfinex ini merupakan salah satu insiden keamanan siber terbesar dalam sejarah industri kripto. Upaya pemulihan aset yang dilakukan oleh pihak berwenang dan Lichtenstein sendiri menunjukkan kompleksitas dalam penegakan hukum di era digital, terutama terkait aset kripto yang bersifat terdesentralisasi.
Klaim Lichtenstein tentang peran Trump, jika terbukti, dapat membuka babak baru dalam pemahaman kita tentang bagaimana pengaruh politik bisa bersinggungan dengan proses hukum di ranah kejahatan siber bernilai tinggi. Hal ini juga memunculkan pertanyaan tentang transparansi dan keadilan dalam sistem peradilan, terutama ketika melibatkan tokoh publik atau keputusan yang mungkin dipengaruhi oleh faktor di luar hukum murni.
Perjalanan Ilya Lichtenstein dari seorang peretas yang buron hingga menjadi saksi kunci dalam pemulihan aset bernilai miliaran dolar adalah sebuah cerita yang penuh liku. Pengakuannya mengenai peran Donald Trump menambah lapisan misteri pada kasus ini, yang kemungkinan akan terus menjadi sorotan di dunia bisnis dan teknologi di masa mendatang.
Sumber: TechCrunch


Discussion about this post