body { font-family: Arial, sans-serif; line-height: 1.6; }
h2 { color: #333; border-bottom: 1px solid #eee; padding-bottom: 5px; margin-top: 20px; }
p { margin-bottom: 15px; }
a { color: #007bff; text-decoration: none; }
a:hover { text-decoration: underline; }
Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial yang mengklaim bahwa sebuah video menampilkan kedatangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meresmikan Ibu Kota Nusantara (IKN). Narasi ini menyertai potongan video yang memperlihatkan rombongan tamu dan awak media di sebuah lokasi yang diklaim sebagai acara peresmian IKN oleh PBB.
Penelusuran Fakta
Tim kami di digitalbisnis.id melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim yang beredar. Video tersebut, meskipun tampak meyakinkan sekilas, tidak menggambarkan acara peresmian IKN oleh PBB. Analisis mendalam terhadap konteks visual dan metadata video, serta perbandingan dengan informasi resmi terkait IKN dan PBB, mengungkap adanya distorsi fakta.
Video yang beredar sebenarnya adalah rekaman dari acara kunjungan delegasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke Indonesia yang diselenggarakan pada 19 Mei 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan masukan dan pandangan terkait pembangunan IKN, bukan untuk meresmikan secara resmi. PBB, sebagai organisasi internasional, tidak memiliki kewenangan untuk meresmikan sebuah ibu kota negara. Peresmian sebuah ibu kota negara merupakan kedaulatan penuh dari negara yang bersangkutan, dalam hal ini Indonesia.
Logika sebab-akibatnya jelas: Kunjungan delegasi PBB adalah sebuah fakta, namun interpretasi bahwa kunjungan tersebut adalah acara peresmian IKN oleh PBB adalah sebuah kesimpulan yang keliru. Adanya rombongan tamu dan awak media merupakan hal yang lumrah terjadi dalam sebuah kunjungan kenegaraan atau delegasi tingkat tinggi. Oleh karena itu, kemunculan mereka dalam video tidak secara otomatis berarti PBB melakukan peresmian.
Tempo.co, melalui mesin cek fakta mereka, juga telah memverifikasi klaim serupa. Mereka menegaskan bahwa PBB tidak pernah meresmikan IKN. Kunjungan delegasi PBB ke Indonesia lebih bersifat sebagai forum dialog dan pemberian rekomendasi, sejalan dengan peran PBB dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kesimpulan
Video yang beredar mengenai kedatangan PBB untuk meresmikan IKN adalah informasi yang menyesatkan dan tidak benar. PBB tidak memiliki kewenangan untuk meresmikan ibu kota negara mana pun, termasuk IKN. Acara dalam video tersebut adalah kunjungan delegasi PBB untuk memberikan masukan, bukan seremoni peresmian.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta Tempo.co, informasi tersebut dinyatakan keliru.


Discussion about this post