• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
Saturday, February 21, 2026
  • Login
digitalbisnis.id
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
digitalbisnis.id
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Teknologi

Keterbatasan Memori Jadi Ancaman Serius bagi Kemajuan AI Menurut Bos DeepMind

digitalbisnis by digitalbisnis
February 21, 2026
in Teknologi
Keterbatasan Memori Jadi Ancaman Serius bagi Kemajuan AI Menurut Bos DeepMind
465
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ancaman Tersembunyi di Balik Ledakan AI: Keterbatasan Memori Menjadi ‘Leher Botol’ Kemajuan

Di tengah euforia perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kian pesat, sebuah peringatan serius datang dari salah satu tokoh terkemuka di industri ini. CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, baru-baru ini menyoroti sebuah tantangan fundamental yang berpotensi memperlambat laju inovasi AI: keterbatasan memori.

Hassabis mengutarakan kekhawatirannya bahwa kurangnya kapasitas memori yang memadai untuk pelatihan model AI yang semakin besar dan kompleks dapat menciptakan ‘leher botol’ (choke point) yang signifikan. Ini berarti, meskipun potensi komputasi dan algoritma terus berkembang, hambatan fisik dalam penyimpanan data dan pemrosesan informasi dapat membatasi sejauh mana AI dapat melangkah.

Table of Contents

Toggle
  • Ancaman Tersembunyi di Balik Ledakan AI: Keterbatasan Memori Menjadi ‘Leher Botol’ Kemajuan
  • Memahami ‘Leher Botol’ Memori dalam Pengembangan AI
  • Dampak Nyata Keterbatasan Memori
  • Solusi dan Prospek ke Depan

Memahami ‘Leher Botol’ Memori dalam Pengembangan AI

Model AI modern, terutama yang berbasis pada jaringan saraf dalam (deep learning), memerlukan sejumlah besar data untuk dilatih. Proses pelatihan ini melibatkan miliaran hingga triliunan parameter yang harus disimpan dan diakses secara efisien. Semakin besar dan canggih sebuah model AI, semakin besar pula kebutuhan akan memori.

Saat ini, industri AI sangat bergantung pada chip memori canggih seperti High Bandwidth Memory (HBM). HBM menawarkan kecepatan transfer data yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan memori DRAM konvensional, yang sangat krusial untuk mempercepat proses pelatihan model AI yang intensif.

Namun, produksi chip HBM sangat kompleks dan mahal. Keterbatasan dalam rantai pasok, proses manufaktur yang rumit, dan permintaan yang terus melonjak telah menyebabkan kelangkaan pasokan HBM. Situasi inilah yang diidentifikasi oleh Hassabis sebagai ‘leher botol’ yang mengancam kemajuan AI.

Dampak Nyata Keterbatasan Memori

Konsekuensi dari kelangkaan memori ini bisa sangat luas. Pertama, perusahaan-perusahaan yang mengembangkan AI mungkin terpaksa memperlambat pengembangan model-model terbaru mereka karena tidak dapat memperoleh chip memori yang cukup. Ini bisa berarti penundaan dalam peluncuran produk dan layanan AI inovatif yang selama ini diharapkan masyarakat.

Kedua, biaya pengembangan AI akan semakin membengkak. Kelangkaan pasokan secara alami akan mendorong kenaikan harga chip memori. Hal ini tentu akan menjadi beban finansial yang berat, terutama bagi startup dan perusahaan riset yang memiliki anggaran terbatas.

Ketiga, keterbatasan memori dapat membatasi skala eksperimen dan penelitian. Peneliti AI mungkin tidak dapat melakukan simulasi atau melatih model dengan ukuran yang diinginkan karena keterbatasan sumber daya memori. Ini berpotensi menghambat penemuan-penemuan baru dan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara kerja AI.

Solusi dan Prospek ke Depan

Menyadari urgensi masalah ini, para pemain besar di industri teknologi, termasuk Google, tidak tinggal diam. Ada beberapa langkah yang sedang dan akan ditempuh untuk mengatasi ‘leher botol’ memori ini:

  • Investasi dalam Kapasitas Produksi: Perusahaan-perusahaan seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron, yang merupakan produsen utama chip memori, terus berinvestasi besar-besaran untuk meningkatkan kapasitas produksi HBM dan teknologi memori canggih lainnya.
  • Inovasi Teknologi Memori: Riset dan pengembangan terus dilakukan untuk menciptakan jenis memori baru yang lebih efisien, lebih cepat, dan lebih hemat daya. Konsep seperti memori terintegrasi (integrated memory) dan arsitektur memori yang inovatif sedang dijajaki.
  • Optimalisasi Algoritma dan Model: Selain berfokus pada aspek hardware, para peneliti juga berupaya mengembangkan algoritma dan teknik pemodelan yang lebih efisien dalam penggunaan memori. Ini termasuk teknik kompresi model, kuantisasi, dan arsitektur jaringan yang lebih ringkas tanpa mengorbankan performa secara signifikan.
  • Diversifikasi Rantai Pasok: Upaya untuk mendiversifikasi pemasok dan mitra manufaktur juga penting untuk mengurangi ketergantungan pada segelintir produsen dan meredakan ketegangan pasokan.

Demis Hassabis menekankan bahwa mengatasi keterbatasan memori ini bukan hanya masalah teknis, tetapi juga strategis. Kemampuan industri AI untuk terus berinovasi dan memberikan solusi bagi tantangan global bergantung pada keberhasilan dalam menaklukkan hambatan fisik ini.

Meskipun tantangan memori ini nyata dan serius, optimisme tetap menyertai. Dengan investasi yang signifikan, inovasi teknologi yang berkelanjutan, dan kolaborasi antar pemain industri, diharapkan ‘leher botol’ memori ini dapat diatasi, membuka jalan bagi era baru kecerdasan buatan yang lebih canggih dan transformatif.

Tags: aiBerita TerkiniTeknologi
Previous Post

Pasca Keputusan Mahkamah Agung AS Soal Tarif: Apa Langkah Selanjutnya bagi Bisnis Global?

digitalbisnis

digitalbisnis

Discussion about this post

Market

Crypto markets by TradingView
digitalbisnis.id

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.

  • Bisnis
  • Gadget & App
  • Teknologi
  • Start Up
  • Event

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.