Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial dan pesan berantai yang mengklaim adanya lowongan pekerjaan besar-besaran di PT Angkasa Pura, baik Angkasa Pura I maupun Angkasa Pura II (Persero). Informasi yang menyebar ini seringkali berbentuk surat panggilan tes seleksi yang terlihat resmi, lengkap dengan kop surat perusahaan, nomor surat, stempel, serta tanda tangan direksi atau pejabat HRD fiktif.
Klaim tersebut biasanya menyebutkan bahwa pelamar dinyatakan lulus seleksi administrasi dan diwajibkan mengikuti tahapan tes selanjutnya, seperti psikotes atau wawancara, di lokasi tertentu. Namun, yang menjadi inti penipuan adalah adanya instruksi untuk melakukan reservasi akomodasi dan transportasi melalui biro perjalanan tertentu yang telah ‘ditunjuk’ oleh pihak Angkasa Pura, dengan biaya yang harus ditanggung terlebih dahulu oleh peserta dan dijanjikan akan diganti setelah tahapan seleksi akhir. Beberapa varian bahkan meminta sejumlah uang sebagai biaya administrasi atau pelatihan. Narasi yang beredar tersebut, misalnya, seringkali berbunyi:
“PT. Angkasa Pura [I/II] (Persero) Membuka Lowongan Kerja Tahun 2023 untuk posisi strategis. Pelamar yang lulus seleksi administrasi diharapkan mengikuti tes tahap selanjutnya di Jakarta/Tangerang, dan diwajibkan melakukan registrasi ulang serta konfirmasi pemesanan tiket akomodasi melalui agen perjalanan mitra kami dengan biaya mandiri yang akan diganti setelah seluruh proses seleksi selesai. Batas konfirmasi sangat singkat.”
Penelusuran Fakta
Sebagai jurnalis investigasi senior di digitalbisnis.id dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam memverifikasi informasi, tim kami segera melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim lowongan pekerjaan PT Angkasa Pura yang beredar ini. Metode verifikasi kami melibatkan pengecekan silang terhadap sumber-sumber resmi dan identifikasi pola penipuan serupa yang kerap terjadi di Indonesia.
Langkah pertama adalah memeriksa situs web resmi dan kanal media sosial resmi milik PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II (Persero). Kami mengunjungi halaman karir mereka, bagian pengumuman, dan akun-akun media sosial seperti LinkedIn, Instagram, dan Twitter yang telah diverifikasi. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak ada pengumuman resmi mengenai lowongan pekerjaan dengan mekanisme seleksi seperti yang dijelaskan dalam narasi beredar. Informasi rekrutmen yang sah dari kedua perusahaan BUMN ini selalu dipublikasikan secara transparan melalui kanal resmi dan seringkali bekerja sama dengan platform rekrutmen kredibel, tanpa pernah melibatkan pihak ketiga untuk urusan pembayaran biaya.
Kami juga menganalisis karakteristik pesan penipuan tersebut. Pola umum penipuan lowongan kerja, terutama di BUMN, adalah permintaan sejumlah dana dengan berbagai dalih, seperti biaya akomodasi, transportasi, pelatihan, atau administrasi. Ini adalah ciri khas penipuan yang sangat jelas. Setiap perusahaan BUMN terkemuka di Indonesia, termasuk Angkasa Pura, memiliki kebijakan ketat bahwa seluruh proses rekrutmen karyawan tidak dipungut biaya apapun dari pelamar. Jika ada permintaan pembayaran dalam bentuk apapun, itu adalah indikasi kuat adanya penipuan. Logikanya sangat sederhana: Sebab, perusahaan tidak memiliki alasan untuk membebankan biaya kepada calon karyawan; Akibat, permintaan biaya adalah modus operandi standar para penipu.
Lebih lanjut, kami menemukan bahwa PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II secara rutin mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penipuan lowongan pekerjaan. Peringatan ini seringkali menekankan agar masyarakat hanya merujuk pada informasi yang berasal dari situs web resmi mereka atau akun media sosial terverifikasi. Nomor kontak atau alamat email yang tertera pada pesan penipuan juga seringkali tidak resmi, menggunakan domain gratis seperti Gmail atau nomor telepon seluler pribadi, bukan email perusahaan dengan domain resmi (@angkasapura1.co.id atau @angkasapura2.co.id).
Pola penipuan ini juga seringkali menciptakan urgensi dengan menetapkan batas waktu konfirmasi yang sangat singkat, tujuannya agar korban tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan verifikasi atau berpikir kritis. Ini adalah taktik psikologis untuk menekan calon korban agar segera bertindak dan mentransfer uang.
Kesimpulan
Berdasarkan seluruh penelusuran fakta dan verifikasi yang telah kami lakukan, dapat disimpulkan dengan tegas bahwa informasi mengenai lowongan pekerjaan PT Angkasa Pura yang meminta calon pelamar untuk membayar biaya akomodasi, transportasi, atau administrasi melalui pihak ketiga adalah PENIPUAN. Informasi tersebut SALAH dan merupakan upaya kejahatan siber untuk merugikan masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, kritis, dan hanya mempercayai informasi rekrutmen yang berasal dari kanal-kanal resmi perusahaan. Jangan pernah mentransfer uang kepada pihak manapun dengan dalih biaya rekrutmen kerja.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah.


Discussion about this post