Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial dan pesan berantai yang mengklaim bahwa telah dibuka pendaftaran program Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Kartu Pelinsih Masyarakat (KPM) melalui sebuah tautan online. Informasi ini menyebar dengan cepat dan menimbulkan kekhawatiran serta harapan di kalangan masyarakat penerima bantuan sosial.
Salah satu narasi yang beredar menyatakan, “[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Bansos PKH, KPM, dan BPNT. Hati-hati dengan link yang mengatasnamakan bantuan sosial. Ini adalah modus penipuan terbaru untuk mencuri data pribadi Anda.“
Penelusuran Fakta
Sebagai jurnalis investigasi senior di digitalbisnis.id, saya telah melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim tersebut. Proses verifikasi fakta ini dilakukan dengan mengacu pada sumber-sumber resmi dan laporan dari lembaga terpercaya. Pertama, saya mencoba menelusuri keaslian tautan yang diklaim sebagai situs pendaftaran bansos. Hasil penelusuran awal menunjukkan bahwa tautan tersebut tidak terafiliasi dengan situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos) atau lembaga pemerintah terkait penyaluran bansos.
Selanjutnya, saya membandingkan modus operandi yang diinformasikan dengan pola penipuan online yang sering terjadi. Klaim adanya “penipuan” pada tautan pendaftaran bansos mengindikasikan adanya upaya pemindaian data pribadi atau phishing. Modus ini umum digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan informasi sensitif seperti nomor KTP, nomor rekening, atau data pribadi lainnya yang kemudian dapat disalahgunakan.
Bantahan terhadap klaim ini didasarkan pada beberapa fakta penting. Hingga saat ini, tidak ada pengumuman resmi dari pemerintah mengenai pembukaan pendaftaran baru untuk program-program bansos tersebut melalui tautan online yang beredar. Proses pendaftaran dan verifikasi penerima bansos biasanya dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan oleh pemerintah, seperti melalui kantor desa/kelurahan atau sistem online resmi yang telah diumumkan secara luas.
Konteks asli dari informasi yang beredar kemungkinan adalah peringatan dini terhadap potensi penipuan yang memanfaatkan momen penyaluran bansos. Para pelaku kejahatan seringkali membuat informasi palsu yang menyesatkan untuk menarik korban. Oleh karena itu, ketika sebuah tautan atau informasi pendaftaran bansos muncul secara tiba-tiba tanpa pengumuman resmi, patut dicurigai sebagai modus penipuan.
Kesimpulan
Informasi mengenai adanya tautan pendaftaran bansos PKH, KPM, dan BPNT yang beredar adalah tidak benar dan berpotensi menyesatkan serta membahayakan. Masyarakat diminta untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya pada tautan atau informasi yang mengatasnamakan program bantuan sosial tanpa verifikasi dari sumber resmi pemerintah. Setiap informasi terkait bansos sebaiknya merujuk pada situs web resmi Kementerian Sosial atau instansi terkait yang sah.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah.


Discussion about this post