Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial dan pesan berantai yang mengklaim adanya tautan pendaftaran untuk mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan. Informasi ini sering kali disertai narasi yang menggiurkan, seolah-olah pemerintah atau lembaga terkait membuka kesempatan pendaftaran baru untuk klaim THR yang belum diterima atau sebagai bentuk bantuan tambahan menjelang hari raya.
Salah satu pesan yang beredar berbunyi, “[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran THR Keagamaan. Hati-hati! Ada tautan pendaftaran THR Keagamaan yang beredar. Ini adalah penipuan yang mengincar data pribadi Anda. Jangan pernah mengklik tautan yang mencurigakan, terutama yang menjanjikan uang atau hadiah secara cuma-cuma.”
Penelusuran Fakta
Tim digitalbisnis.id melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim mengenai tautan pendaftaran THR Keagamaan ini. Proses verifikasi melibatkan pencarian informasi resmi dari sumber-sumber kredibel seperti Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), situs resmi pemerintah terkait penyaluran THR, serta pemantauan pemberitaan media massa terkemuka.
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan adanya pengumuman resmi dari pemerintah atau lembaga terkait yang membuka program pendaftaran baru untuk pencairan THR Keagamaan melalui tautan khusus. Mekanisme penyaluran THR Keagamaan yang diatur oleh pemerintah melalui peraturan perundang-undangan tidak melibatkan proses pendaftaran ulang atau klaim melalui tautan yang beredar.
Klaim adanya tautan pendaftaran THR Keagamaan adalah salah. Modus penipuan semacam ini umumnya bertujuan untuk mencuri data pribadi pengguna, seperti nomor identitas, kata sandi, atau informasi perbankan. Pelaku menyebarkan tautan palsu yang mengarahkan korban ke situs web tiruan yang dirancang untuk mengelabui. Ketika pengguna mengisi data pada formulir yang disediakan, informasi tersebut akan jatuh ke tangan penipu.
Logika sebab-akibatnya adalah: Karena ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang berniat melakukan penipuan, maka mereka menciptakan klaim palsu mengenai pendaftaran THR Keagamaan dan menyebarkan tautan berbahaya. Akibatnya, masyarakat yang tidak waspada berpotensi menjadi korban pencurian data atau kerugian finansial.
Kesimpulan
Pesan mengenai adanya tautan pendaftaran THR Keagamaan yang beredar adalah upaya penipuan yang dirancang untuk mengeksploitasi momen menjelang hari raya. Masyarakat dihimbau untuk tidak mudah percaya dan tidak mengklik tautan yang mencurigakan, serta selalu merujuk pada sumber informasi resmi pemerintah terkait penyaluran THR Keagamaan. Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah.


Discussion about this post