• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
Sunday, February 22, 2026
  • Login
digitalbisnis.id
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
digitalbisnis.id
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Teknologi Startup

Peringatan Keras Bos Google: Dua Tipe Startup AI Terancam Gagal

digitalbisnis by digitalbisnis
February 22, 2026
in Startup
Peringatan Keras Bos Google: Dua Tipe Startup AI Terancam Gagal
465
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ancaman Nyata bagi Inovator AI: Google VP Ungkap Dua Jalur Startup yang Rentan

Dunia startup kecerdasan buatan (AI) tengah dilanda gelombang inovasi yang pesat. Namun, di balik euforia tersebut, tersimpan peringatan keras dari salah satu petinggi Google. Seorang Vice President (VP) Google baru-baru ini mengungkapkan bahwa ada dua jenis startup AI yang berpotensi besar untuk tidak mampu bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat dan dinamika pasar yang berubah cepat.

Menavigasi Lanskap AI yang Kompetitif

Dalam sebuah pernyataan yang menarik perhatian para pelaku industri teknologi, VP Google tersebut menyoroti bahwa tidak semua startup AI memiliki prospek cerah. Ia mengidentifikasi dua kategori utama startup yang menghadapi tantangan eksistensial. Peringatan ini datang di saat investasi di sektor AI terus mengalir deras, namun juga diiringi dengan ekspektasi yang semakin tinggi terhadap hasil dan keberlanjutan.

Table of Contents

Toggle
  • Ancaman Nyata bagi Inovator AI: Google VP Ungkap Dua Jalur Startup yang Rentan
  • Menavigasi Lanskap AI yang Kompetitif
  • Kategori Pertama: Ketergantungan pada Model AI yang Ada
  • Kategori Kedua: Fokus pada ‘Gimmick’ daripada Solusi Nyata
  • Strategi Bertahan di Tengah Badai AI
  • Masa Depan AI: Peluang bagi yang Berinovasi

Kategori Pertama: Ketergantungan pada Model AI yang Ada

Salah satu tipe startup yang berisiko tinggi adalah mereka yang hanya mengandalkan penggunaan model AI yang sudah ada atau yang ditawarkan oleh perusahaan besar seperti Google, OpenAI, atau Microsoft. Meskipun memanfaatkan kekuatan teknologi yang sudah matang dapat mempercepat pengembangan awal, VP Google berpendapat bahwa ini bisa menjadi jalan pintas yang berbahaya dalam jangka panjang. Startup yang hanya menjadi ‘lapisan’ di atas teknologi yang sudah ada tanpa menawarkan inovasi unik atau diferensiasi yang signifikan, akan kesulitan untuk membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

“Jika Anda hanya membangun di atas apa yang sudah ada, Anda menjadi komoditas,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut, mengutip VP Google. “Pasar akan melihat Anda sebagai penyedia layanan yang dapat diganti dengan mudah. Pendekatan ini mungkin cocok untuk pasar yang sangat kecil atau niche, tetapi untuk pertumbuhan skala besar, Anda membutuhkan sesuatu yang lebih orisinal.”

Ketergantungan pada API atau model pre-trained tanpa kemampuan untuk memodifikasi, menyempurnakan, atau mengembangkan model tersebut secara mendalam, membuat startup rentan terhadap perubahan kebijakan, harga, atau bahkan penutupan layanan oleh penyedia model dasar. Selain itu, persaingan akan menjadi sangat sengit, karena banyak startup lain yang mungkin menggunakan fondasi teknologi yang sama.

Kategori Kedua: Fokus pada ‘Gimmick’ daripada Solusi Nyata

Tipe kedua startup yang diidentifikasi memiliki risiko tinggi adalah mereka yang lebih berfokus pada aspek ‘gimmick’ atau tren sesaat dalam AI, daripada pada penyelesaian masalah nyata bagi pengguna atau bisnis. VP Google menekankan pentingnya AI sebagai alat yang memecahkan masalah, bukan sekadar teknologi yang dipamerkan karena kecanggihannya. Startup yang membangun produk hanya karena ‘AI sedang tren’ tanpa memahami kebutuhan pasar yang mendasar, kemungkinan besar akan kesulitan menarik dan mempertahankan pelanggan.

“Banyak startup yang datang dengan ide-ide yang terdengar canggih, tetapi ketika Anda bertanya apa masalah yang sebenarnya mereka pecahkan, jawabannya kurang jelas,” jelas sumber tersebut. “Mereka terjebak dalam siklus inovasi tanpa arah, hanya mencoba memanfaatkan popularitas AI tanpa fondasi bisnis yang kuat.”

Perusahaan semacam ini seringkali menghabiskan sumber daya yang besar untuk pemasaran dan publisitas, tetapi gagal memberikan nilai tambah yang substansial. Kegagalan untuk menunjukkan Return on Investment (ROI) yang jelas bagi pelanggan akan berujung pada tingkat churn yang tinggi dan kurangnya adopsi pasar yang luas. Dalam jangka panjang, investor akan mulai mempertanyakan keberlanjutan model bisnis mereka.

Strategi Bertahan di Tengah Badai AI

VP Google menyarankan agar para pendiri startup AI untuk fokus pada dua hal krusial: inovasi fundamental dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pasar. Inovasi fundamental berarti mengembangkan teknologi AI yang unik, baik melalui algoritma baru, arsitektur model yang berbeda, atau cara baru dalam melatih dan menerapkan AI. Sementara itu, pemahaman pasar yang mendalam memastikan bahwa teknologi tersebut benar-benar memberikan solusi yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pengguna.

“Kunci untuk bertahan adalah menjadi pembeda, bukan hanya pengikut,” tegasnya. “Anda perlu membangun sesuatu yang tidak bisa dengan mudah ditiru atau digantikan. Ini berarti investasi dalam penelitian dan pengembangan yang substansial, serta kemauan untuk mengambil risiko dalam menciptakan sesuatu yang benar-benar baru.”

Selain itu, penting bagi startup untuk memiliki strategi monetisasi yang jelas dan model bisnis yang kuat. Membangun teknologi canggih saja tidak cukup; startup harus mampu mengubah inovasi tersebut menjadi pendapatan yang berkelanjutan. Ini mencakup pemahaman tentang bagaimana menargetkan pelanggan yang tepat, bagaimana menetapkan harga yang sesuai, dan bagaimana membangun hubungan jangka panjang dengan klien.

Masa Depan AI: Peluang bagi yang Berinovasi

Peringatan dari Google ini seharusnya tidak dilihat sebagai sinyal pesimisme, melainkan sebagai panduan strategis. Lanskap AI memang kompetitif, tetapi juga penuh dengan peluang bagi mereka yang mampu melihat melampaui tren sesaat dan membangun solusi yang benar-benar inovatif dan bernilai. Startup yang berani berinvestasi dalam diferensiasi, fokus pada pemecahan masalah nyata, dan membangun model bisnis yang solid, akan memiliki peluang lebih besar untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat di era kecerdasan buatan.

Tags: Berita Terkinistartup
Previous Post

Petani AS Tolak Tawaran Miliaran Dolar: ‘Tanah Saya Bukan untuk Dijual’ Hadapi Serangan Pusat Data

digitalbisnis

digitalbisnis

Discussion about this post

Market

Crypto markets by TradingView
digitalbisnis.id

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.

  • Bisnis
  • Gadget & App
  • Teknologi
  • Start Up
  • Event

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.