• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
Sunday, February 8, 2026
  • Login
digitalbisnis.id
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
digitalbisnis.id
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Teknologi

Revolusi AI: Dari ‘Vibe-Coding’ ke ‘Agentic Engineering’, Masa Depan Pengembangan Perangkat Lunak?

digitalbisnis by digitalbisnis
February 8, 2026
in Teknologi
Revolusi AI: Dari ‘Vibe-Coding’ ke ‘Agentic Engineering’, Masa Depan Pengembangan Perangkat Lunak?
465
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mengintip Masa Depan Pengembangan Perangkat Lunak: Era Baru ‘Agentic Engineering’

Dunia teknologi terus bergerak cepat, melahirkan inovasi yang mengubah cara kita bekerja dan berinteraksi. Baru-baru ini, sebuah istilah baru mulai mengemuka di kalangan para pengembang dan profesional teknologi: ‘agentic engineering’. Konsep ini digagas oleh seseorang yang sebelumnya telah mempopulerkan istilah ‘vibe-coding’, sebuah pendekatan yang menekankan pada intuisi dan nuansa dalam proses pengkodean. Kini, ia melihat ‘agentic engineering’ sebagai lompatan besar berikutnya dalam evolusi pengembangan perangkat lunak.

Dari ‘Vibe-Coding’ ke Kecerdasan Agen yang Otonom

Istilah ‘vibe-coding’ sendiri mencerminkan sebuah fase di mana para pengembang mengandalkan pemahaman intuitif, pengalaman bertahun-tahun, dan bahkan ‘perasaan’ terhadap kode untuk membangun dan memelihara sistem. Ini adalah seni yang mengasah kepekaan terhadap pola, potensi masalah, dan solusi elegan yang tidak selalu tertulis dalam dokumentasi formal. Namun, seiring dengan kompleksitas sistem yang terus meningkat dan kecepatan pengembangan yang semakin tak terduga, pendekatan yang lebih terstruktur dan cerdas menjadi keniscayaan.

Table of Contents

Toggle
  • Mengintip Masa Depan Pengembangan Perangkat Lunak: Era Baru ‘Agentic Engineering’
  • Dari ‘Vibe-Coding’ ke Kecerdasan Agen yang Otonom
  • Apa Itu ‘Agentic Engineering’?
  • Dampak dan Potensi ‘Agentic Engineering’
  • Tantangan dan Masa Depan

Di sinilah ‘agentic engineering’ hadir sebagai jawabannya. Berbeda dengan ‘vibe-coding’ yang lebih mengandalkan intuisi manusia, ‘agentic engineering’ berfokus pada penciptaan agen-agen cerdas yang mampu beroperasi secara otonom, belajar dari lingkungannya, dan mengambil keputusan strategis dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Ini bukan sekadar otomatisasi tugas-tugas repetitif, melainkan pemberdayaan sistem untuk memahami konteks, beradaptasi dengan perubahan, dan bahkan memprediksi kebutuhan di masa depan.

Apa Itu ‘Agentic Engineering’?

Secara sederhana, ‘agentic engineering’ merujuk pada praktik merancang, membangun, dan mengelola sistem yang terdiri dari agen-agen cerdas. Agen-agen ini dapat berupa program komputer, algoritma kecerdasan buatan (AI), atau bahkan jaringan sistem yang saling berinteraksi. Kunci utama dari ‘agentic engineering’ adalah kemampuan agen-agen ini untuk:

  • Otonomi: Mampu beroperasi tanpa campur tangan manusia yang konstan.
  • Persepsi: Mampu mengumpulkan dan memproses informasi dari lingkungannya.
  • Pengambilan Keputusan: Mampu menganalisis situasi dan membuat keputusan berdasarkan tujuan yang ditetapkan.
  • Pembelajaran: Mampu meningkatkan kinerjanya seiring waktu melalui pengalaman.
  • Interaksi: Mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan agen lain atau dengan manusia.

Dalam konteks pengembangan perangkat lunak, ‘agentic engineering’ membuka pintu bagi kemungkinan-kemungkinan baru. Bayangkan sebuah tim agen AI yang secara mandiri dapat mengidentifikasi bug dalam kode, mengusulkan perbaikan, bahkan menguji implementasi baru sebelum diserahkan kepada tim pengembang manusia. Atau sistem yang mampu memantau kinerja aplikasi secara real-time, mendeteksi anomali, dan secara otomatis melakukan penyesuaian untuk menjaga stabilitas dan efisiensi.

Dampak dan Potensi ‘Agentic Engineering’

‘Agentic engineering’ berpotensi untuk merevolusi berbagai aspek dalam siklus hidup pengembangan perangkat lunak, mulai dari desain, pengkodean, pengujian, hingga pemeliharaan. Beberapa dampak utamanya meliputi:

  • Peningkatan Efisiensi: Agen cerdas dapat mengotomatiskan tugas-tugas yang memakan waktu, memungkinkan pengembang manusia untuk fokus pada aspek yang lebih strategis dan kreatif.
  • Kualitas Kode yang Lebih Tinggi: Kemampuan agen untuk mendeteksi kesalahan secara dini dan konsisten dapat menghasilkan kode yang lebih stabil dan bebas bug.
  • Adaptabilitas yang Lebih Baik: Sistem yang dibangun dengan prinsip ‘agentic engineering’ akan lebih mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan bisnis atau lingkungan operasional.
  • Inovasi yang Dipercepat: Dengan mengurangi beban kerja manual dan mempercepat siklus pengujian, ‘agentic engineering’ dapat mempercepat laju inovasi.
  • Pengembangan yang Lebih Demokratis: Potensinya untuk menurunkan hambatan teknis dapat memungkinkan lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam pengembangan perangkat lunak.

Meskipun konsep ini terdengar futuristik, fondasi ‘agentic engineering’ sebenarnya sudah banyak dibangun melalui kemajuan dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan rekayasa perangkat lunak. Penggunaan agen-agen otonom dalam simulasi, robotika, dan sistem kontrol sudah menjadi hal yang umum. Tantangannya kini adalah bagaimana mengintegrasikan prinsip-prinsip ini secara efektif ke dalam ekosistem pengembangan perangkat lunak yang kompleks.

Tantangan dan Masa Depan

Tentu saja, transisi ke era ‘agentic engineering’ tidak akan lepas dari tantangan. Beberapa di antaranya termasuk:

  • Keamanan dan Keandalan: Memastikan agen cerdas beroperasi dengan aman dan andal, serta tidak menimbulkan risiko baru.
  • Etika dan Pengawasan: Menentukan batasan etis dan memastikan pengawasan yang memadai terhadap agen-agen otonom.
  • Interoperabilitas: Membangun standar agar berbagai agen cerdas dapat bekerja sama secara efektif.
  • Pergeseran Keterampilan: Pengembang perlu mengembangkan keterampilan baru untuk bekerja dengan dan mengelola agen cerdas.

Namun, melihat potensi transformatifnya, ‘agentic engineering’ kemungkinan besar akan menjadi fokus utama penelitian dan pengembangan di tahun-tahun mendatang. Ini bukan hanya tentang membuat kode lebih efisien, tetapi tentang mendefinisikan ulang bagaimana perangkat lunak dibuat dan bagaimana teknologi dapat memberdayakan kita untuk memecahkan masalah yang lebih besar. Pergeseran dari ‘vibe-coding’ yang intuitif ke ‘agentic engineering’ yang cerdas dan otonom menandakan sebuah babak baru yang menarik dalam perjalanan evolusi digital kita.

Tags: aiBerita TerkiniTeknologi
Previous Post

Y Combinator: Kanada Tak Terkecuali, Founder Startup Ungkap Alasan Kritis

Next Post

Jejaring Kripto Tersangka, Polisi Prancis Ungkap Penculikan Hakim yang Mengejutkan

digitalbisnis

digitalbisnis

Next Post
Jejaring Kripto Tersangka, Polisi Prancis Ungkap Penculikan Hakim yang Mengejutkan

Jejaring Kripto Tersangka, Polisi Prancis Ungkap Penculikan Hakim yang Mengejutkan

Discussion about this post

digitalbisnis.id

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.

  • Bisnis
  • Gadget & App
  • Teknologi
  • Start Up
  • Event

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.