Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial yang mengklaim bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menuntut Rektor UGM untuk mundur. Tuntutan ini disebut dipicu oleh kebohongan Rektor terkait isu ijazah Presiden Joko Widodo.
Klaim ini menyebar melalui berbagai platform, seringkali dibarengi dengan narasi yang menyudutkan pihak rektorat dan universitas. “BEM UGM Tuntut Rektor Mundur karena Bohong soal Ijazah Jokowi,” demikian bunyi salah satu judul yang beredar luas.
Penelusuran Fakta
Tim digitalbisnis.id melakukan penelusuran mendalam untuk memverifikasi klaim tersebut. Proses verifikasi melibatkan pengecekan sumber-sumber resmi UGM, pernyataan BEM UGM, serta pemberitaan media kredibel mengenai isu ini.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak ada pernyataan resmi atau aksi publik yang dilakukan oleh BEM UGM yang menuntut Rektor UGM untuk mundur terkait isu ijazah Presiden Jokowi. Klaim tersebut merupakan disinformasi yang dibuat untuk menciptakan persepsi negatif terhadap UGM.
Faktanya, isu mengenai ijazah Presiden Joko Widodo telah berulang kali menjadi bahan perbincangan publik dan seringkali disusupi oleh hoaks. Universitas Gadjah Mada sendiri telah memberikan klarifikasi resmi terkait status pendidikan Presiden Joko Widodo yang merupakan alumni Fakultas Kehutanan UGM. Namun, tidak ada pernyataan dari Rektor UGM yang kemudian diklaim sebagai “kebohongan” yang menjadi dasar tuntutan mundur oleh BEM UGM.
Analisis mendalam menunjukkan bahwa narasi hoaks ini kemungkinan besar lahir dari kesalahpahaman atau disinformasi yang sengaja diciptakan untuk memicu kegaduhan politik. Tidak ada bukti yang mendukung adanya tuntutan mundur dari BEM UGM kepada Rektor UGM atas dasar yang disebutkan dalam klaim tersebut. Sebab, tuntutan tersebut tidak pernah terjadi, dan akibatnya adalah penyebaran informasi palsu yang merusak reputasi institusi.
Kesimpulan
Informasi yang beredar mengenai BEM UGM menuntut Rektor Mundur karena Bohong soal Ijazah Jokowi adalah tidak benar dan menyesatkan. Tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut, dan narasi ini tampaknya merupakan bagian dari kampanye disinformasi.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah. Cek Sumber Asli.


Discussion about this post