Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial yang mengklaim bahwa Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, dalam sebuah persidangan, menunjukkan bukti ijazah palsu milik Presiden Joko Widodo. Informasi ini menyertai sebuah foto yang menampilkan Mahfud MD sedang memegang sebuah dokumen.
Klaim tersebut disebarkan melalui berbagai platform media sosial, termasuk Facebook dan grup pesan instan, dengan narasi yang provokatif dan bertujuan untuk mendiskreditkan kedua tokoh publik tersebut. Foto yang beredar sengaja diinterpretasikan sedemikian rupa untuk mendukung narasi hoaks.
Penelusuran Fakta
Tim investigasi digitalbisnis.id melakukan penelusuran mendalam untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut. Proses penelusuran dimulai dengan menganalisis foto yang beredar dan mencari sumber asli dari kemunculan foto tersebut. Pencarian menggunakan berbagai kata kunci terkait Mahfud MD, Jokowi, persidangan, dan isu ijazah palsu.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto yang beredar adalah hasil manipulasi atau pengambilan konteks yang salah. Foto asli ternyata diambil saat Mahfud MD memegang salinan akta kelahiran dirinya saat menjadi saksi dalam sidang gugatan praperadilan terkait kasus dugaan korupsi alih fungsi lahan hutan di Kalimantan Tengah pada tahun 2016. Dalam persidangan tersebut, Mahfud MD menjadi saksi untuk salah satu pihak yang berperkara, dan dokumen yang dipegangnya adalah bukti otentik mengenai latar belakang dirinya, bukan ijazah milik Presiden Jokowi.
Klaim bahwa Mahfud MD menunjukkan ijazah palsu Jokowi di persidangan tidak memiliki dasar fakta sama sekali. Tidak ada catatan persidangan resmi, pemberitaan media kredibel, atau pernyataan dari Mahfud MD sendiri yang mendukung narasi ini. Justru, penelusuran terhadap persidangan di mana Mahfud MD hadir sebagai saksi membuktikan bahwa dokumen yang dipegangnya adalah akta kelahirannya, yang tidak ada kaitannya dengan isu ijazah Presiden Jokowi.
Logika sebab-akibat dari hoaks ini adalah penyalahgunaan foto yang dikombinasikan dengan narasi negatif untuk menciptakan kebohongan. Foto yang diambil dari konteks yang berbeda diubah maknanya. Penyebar hoaks sengaja mengaitkan foto tersebut dengan isu ijazah Jokowi yang memang pernah menjadi perbincangan publik, padahal tidak ada relevansi antara keduanya. Tujuannya jelas, yaitu untuk menimbulkan kegaduhan, merusak citra, dan menyebarkan disinformasi di masyarakat.
Kesimpulan
Informasi yang menyatakan bahwa foto tersebut menunjukkan Mahfud MD menunjukkan ijazah palsu Jokowi di persidangan adalah tidak benar dan merupakan disinformasi.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah.


Discussion about this post