body {
font-family: ‘Arial’, sans-serif;
line-height: 1.6;
margin: 20px;
color: #333;
}
h2 {
color: #0056b3;
border-bottom: 2px solid #0056b3;
padding-bottom: 5px;
margin-top: 30px;
}
p {
margin-bottom: 15px;
}
blockquote {
background-color: #f8f9fa;
border-left: 4px solid #0056b3;
margin: 15px 0;
padding: 10px 15px;
font-style: italic;
}
a {
color: #007bff;
text-decoration: none;
}
a:hover {
text-decoration: underline;
}
Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial dan grup pesan berantai yang mengklaim adanya kesepakatan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia untuk menolak Presiden Joko Widodo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Klaim tersebut seringkali dibungkus dengan narasi yang mengatasnamakan pergerakan mahasiswa nasional, menciptakan persepsi adanya kekuatan kolektif yang menentang kebijakan atau figur politik tertentu. Salah satu bentuk penyebarannya adalah melalui tangkapan layar percakapan atau grafis yang menyertai narasi tersebut, yang beredar tanpa sumber yang jelas dan terverifikasi.
Penelusuran Fakta
Tim jurnalis investigasi digitalbisnis.id melakukan penelusuran mendalam untuk memverifikasi kebenaran klaim ini. Proses penelusuran dimulai dengan melacak sumber asli narasi yang beredar, menelusuri pernyataan resmi dari BEM Seluruh Indonesia, dan melakukan perbandingan informasi dengan berbagai sumber berita yang kredibel.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak ada pernyataan resmi atau keputusan kolektif dari Forum BEM Seluruh Indonesia yang menyatakan kesepakatan untuk menolak Presiden Joko Widodo dan Partai PSI. Klaim tersebut terindikasi sebagai informasi yang disebarkan tanpa dasar fakta yang kuat. Analisis terhadap berbagai pernyataan publik dari perwakilan BEM dari berbagai universitas menegaskan bahwa agenda dan sikap politik mahasiswa sangat beragam, dan tidak ada satu pun forum resmi yang mewakili seluruh BEM se-Indonesia yang mengeluarkan keputusan tunggal seperti yang diklaim.
Sebab-akibat dari penyebaran informasi palsu ini adalah terciptanya opini publik yang menyesatkan. Dengan mengatasnamakan “BEM Seluruh Indonesia”, pihak yang menyebarkan hoaks berupaya membangun legitimasi palsu atas klaim mereka. Ini berpotensi menimbulkan kegaduhan politik dan merusak reputasi gerakan mahasiswa yang sebenarnya memiliki beragam aspirasi dan cara pandang. Konteks asli dari gerakan mahasiswa yang dinamis dan terfragmentasi menjadi terdistorsi oleh narasi tunggal yang tidak akurat.
Kesimpulan
Setelah melakukan verifikasi menyeluruh, dapat disimpulkan bahwa klaim mengenai kesepakatan BEM Seluruh Indonesia untuk menolak Presiden Joko Widodo dan Partai PSI adalah tidak benar. Informasi tersebut merupakan disinformasi yang sengaja disebarkan untuk tujuan tertentu.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah.


Discussion about this post