• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
Thursday, February 19, 2026
  • Login
digitalbisnis.id
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
digitalbisnis.id
No Result
View All Result
Home Cek Fakta

[SALAH] Masyarakat Solo Demo Tolak Jokowi sebagai Raja

digitalbisnis by digitalbisnis
February 18, 2026
in Cek Fakta
465
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Verifikasi Fakta: Hoax Demo Tolak Jokowi Jadi Raja di Solo

Narasi

Beredar sebuah informasi di media sosial yang mengklaim bahwa masyarakat Solo menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk menolak Presiden Joko Widodo (Jokowi) diangkat menjadi raja. Narasi ini seringkali disertai dengan gambar atau video yang seolah mendukung klaim tersebut, menciptakan persepsi adanya gejolak politik signifikan di kota tersebut terkait figur presiden.

Table of Contents

Toggle
  • Narasi
  • Penelusuran Fakta
  • Kesimpulan

Penelusuran Fakta

Tim investigasi digitalbisnis.id, dalam rangka memverifikasi kebenaran informasi yang beredar di ranah digital, telah melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim mengenai demo penolakan Jokowi sebagai raja di Solo. Berdasarkan analisis konten yang beredar, temuan kami menunjukkan adanya manipulasi dan ketidaksesuaian fakta.

Investigasi dimulai dengan melacak sumber asli dari gambar atau video yang menyertai narasi hoax tersebut. Ternyata, sebagian besar materi visual yang digunakan adalah rekaman dari aksi demonstrasi yang sudah terjadi sebelumnya, atau bahkan dari peristiwa yang sama sekali tidak berkaitan dengan penolakan terhadap Presiden Jokowi. Tujuannya adalah untuk menciptakan kesan bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi dan memiliki skala yang signifikan.

Lebih lanjut, kami melakukan pencarian berita dan informasi resmi dari berbagai media terpercaya serta pernyataan dari pihak berwenang di Solo. Tidak ditemukan adanya laporan kredibel mengenai aksi demonstrasi publik di Solo dengan tuntutan menolak Jokowi sebagai raja. Pernyataan dari kepolisian setempat, tokoh masyarakat, maupun organisasi kemasyarakatan yang aktif di Solo juga menegaskan bahwa peristiwa semacam itu tidak pernah terjadi.

Logika sebab-akibat dalam penelusuran ini sangat jelas. Sebab: Adanya narasi palsu yang menyebar di media sosial dan memanfaatkan momen-momen tertentu untuk menciptakan kegaduhan politik. Akibat: Masyarakat yang terpapar informasi ini menjadi keliru dalam memahami kondisi sebenarnya di lapangan, serta berpotensi menimbulkan keresahan dan polarisasi yang tidak perlu.

Klaim bahwa Presiden Jokowi diangkat menjadi raja adalah klaim yang secara fundamental tidak berdasar dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang demokratis. Posisi presiden adalah hasil pemilihan umum, bukan penobatan sebagai raja. Oleh karena itu, narasi semacam ini patut dicurigai sebagai upaya disinformasi yang bertujuan untuk mendiskreditkan institusi kepresidenan atau menciptakan kebencian.

Kesimpulan

Setelah melakukan serangkaian verifikasi dan penelusuran mendalam terhadap berbagai sumber, dapat dipastikan bahwa klaim mengenai masyarakat Solo yang berdemo menolak Presiden Jokowi sebagai raja adalah tidak benar dan merupakan informasi palsu. Aksi yang diklaim tersebut tidak pernah terjadi, dan materi visual yang menyertainya kemungkinan besar telah dimanipulasi atau diambil dari konteks yang berbeda. Upaya penyebaran informasi semacam ini harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan di publik.

Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah.

Cek Sumber Asli.

Tags: Cek Faktasalah
Previous Post

[SALAH] Prabowo Perintahkan Purbaya Siapkan Anggaran Pengangkatan PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu

Next Post

Gegap Gempita ‘Food Porn’: Ancaman atau Peluang bagi Industri Kuliner?

digitalbisnis

digitalbisnis

Next Post
Gegap Gempita ‘Food Porn’: Ancaman atau Peluang bagi Industri Kuliner?

Gegap Gempita 'Food Porn': Ancaman atau Peluang bagi Industri Kuliner?

Discussion about this post

Market

Crypto markets by TradingView
digitalbisnis.id

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.

  • Bisnis
  • Gadget & App
  • Teknologi
  • Start Up
  • Event

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.