body { font-family: ‘Arial’, sans-serif; line-height: 1.6; margin: 20px; }
h2 { color: #333; border-bottom: 2px solid #eee; padding-bottom: 5px; margin-top: 30px; }
p { margin-bottom: 15px; }
a { color: #007bff; text-decoration: none; }
a:hover { text-decoration: underline; }
Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial dan grup pesan berantai yang mengklaim bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Erick Thohir mendesak Puan Maharani untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Klaim ini menyebar dalam bentuk tangkapan layar narasi yang menyebutkan adanya “desakan kuat” dari kedua tokoh tersebut agar Puan Maharani mengundurkan diri. Narasi tersebut bahkan mencoba membangun opini publik dengan mengaitkan isu ini dengan dinamika politik nasional dan kinerja legislatif.
Penelusuran Fakta
Sebagai jurnalis investigasi senior, saya segera melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim yang beredar. Tim kami memverifikasi sumber-sumber berita terpercaya, pernyataan resmi dari pihak terkait, serta menelusuri rekam jejak pemberitaan mengenai hubungan antara Prabowo Subianto, Erick Thohir, dan Puan Maharani.
Proses penelusuran menunjukkan bahwa tidak ada satu pun pemberitaan resmi dari media kredibel yang mengkonfirmasi adanya desakan dari Prabowo Subianto maupun Erick Thohir kepada Puan Maharani untuk mundur dari posisinya sebagai Ketua DPR. Baik dari kubu Prabowo (Partai Gerindra) maupun Erick Thohir (melalui pernyataan resmi kementerian atau badan yang dipimpinnya), tidak pernah ada pernyataan yang mendukung narasi tersebut. Demikian pula, Puan Maharani sendiri atau jajaran pimpinan DPR tidak pernah merespons klaim semacam itu secara publik.
Penyebaran klaim ini tampaknya merupakan upaya manipulasi informasi untuk menciptakan kegaduhan politik. Dalam konteks politik di Indonesia, posisi Ketua DPR merupakan jabatan strategis yang dipilih melalui mekanisme internal DPR. Desakan pengunduran diri biasanya didasari oleh isu-isu yang sangat serius dan terverifikasi, yang jika benar, pasti akan menjadi sorotan media nasional dan internasional. Fakta bahwa tidak ada pemberitaan serupa dari sumber-sumber yang dapat dipercaya, ditambah dengan ketiadaan bantahan resmi dari Puan Maharani sendiri, mengindikasikan bahwa klaim ini tidak memiliki dasar yang kuat.
Logika sebab-akibat dari klaim ini juga lemah. Tidak ada bukti yang menunjukkan adanya konflik kepentingan atau performa Puan Maharani yang sedemikian buruk sehingga memicu desakan pengunduran diri dari tokoh-tokoh eksekutif seperti Prabowo dan Erick. Sebaliknya, dinamika politik yang ada menunjukkan adanya kerja sama antarlembaga, meskipun tidak terlepas dari perbedaan pandangan.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran mendalam dan verifikasi silang informasi dari berbagai sumber terpercaya, tidak ditemukan bukti valid yang mendukung klaim bahwa Prabowo Subianto dan Erick Thohir mendesak Puan Maharani untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah.


Discussion about this post