• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
Friday, April 10, 2026
  • Login
digitalbisnis.id
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
digitalbisnis.id
No Result
View All Result
Home Cek Fakta

[SALAH] Prabowo Perintahkan Siap Perang dengan Israel Usai Tewasnya Tiga Prajurit

digitalbisnis by digitalbisnis
April 10, 2026
in Cek Fakta
465
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai Jurnalis Investigasi Senior di digitalbisnis.id dengan pengalaman lebih dari satu dekade, saya telah terlatih untuk membedah setiap informasi yang beredar, menelusuri akarnya, dan menyajikannya dalam kerangka kebenaran. Dalam era digital yang dibanjiri informasi, kemampuan memverifikasi adalah kunci untuk menjaga integritas jurnalisme dan kepercayaan publik. Hari ini, kami akan membongkar sebuah narasi yang berpotensi menyesatkan, terkait dengan isu sensitif di tingkat internasional.

Narasi

Beredar sebuah informasi di media sosial dan pesan berantai yang mengklaim bahwa Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah mengeluarkan perintah untuk bersiap perang dengan Israel. Narasi ini secara spesifik menyebutkan bahwa perintah tersebut dikeluarkan menyusul tewasnya tiga prajurit Indonesia. Klaim tersebut menyebar dengan cepat, menimbulkan kekhawatiran dan kebingungan di kalangan masyarakat, terutama mengingat sensitivitas isu konflik di Timur Tengah dan posisi Indonesia dalam kancah diplomasi internasional. Pesan yang beredar seringkali disertai dengan diksi yang provokatif, seolah mengindikasikan adanya eskalasi militer yang serius dari pihak Indonesia terhadap Israel, sebagai respons atas insiden yang diklaim menimpa prajurit Indonesia.

Table of Contents

Toggle
  • Narasi
  • Penelusuran Fakta
  • Kesimpulan

Penelusuran Fakta

Tim investigasi digitalbisnis.id segera melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim ‘[SALAH] Prabowo Perintahkan Siap Perang dengan Israel Usai Tewasnya Tiga Prajurit’. Proses verifikasi kami dimulai dengan meninjau sumber-sumber resmi, pernyataan pemerintah, dan laporan dari media massa yang kredibel, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa narasi yang beredar tersebut adalah keliru dan tidak berdasar fakta.

Pertama, terkait klaim ‘tewasnya tiga prajurit’ Indonesia dalam konteks konflik dengan Israel: Tidak ada satu pun laporan resmi dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kementerian Pertahanan (Kemhan), atau Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia yang mengonfirmasi adanya insiden tersebut. Tidak ada pula pemberitaan dari media massa arus utama yang terverifikasi yang menginformasikan gugurnya prajurit Indonesia akibat keterlibatan dalam konflik yang melibatkan Israel. Kematian prajurit adalah isu yang sangat sensitif dan pasti akan menjadi berita besar jika benar terjadi, apalagi jika dikaitkan dengan konflik bersenjata dengan negara lain. Ketiadaan informasi dari sumber-sumber tepercaya ini menjadi indikator kuat bahwa klaim tersebut adalah fabricated atau direka-reka.

Kedua, mengenai kewenangan untuk memerintahkan ‘siap perang’: Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 10, kewenangan untuk menyatakan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain berada di tangan Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menteri Pertahanan, dalam hal ini Bapak Prabowo Subianto, bertugas sebagai pembantu Presiden yang bertanggung jawab dalam urusan pertahanan negara, merumuskan kebijakan pertahanan, dan mengelola alutsista, namun ia tidak memiliki otoritas konstitusional untuk secara independen mengeluarkan perintah untuk siap berperang terhadap negara lain. Perintah semacam itu adalah keputusan strategis tingkat tinggi yang melibatkan seluruh aparatur negara dan membutuhkan legitimasi dari Kepala Negara dan lembaga legislatif.

Ketiga, kebijakan luar negeri Indonesia: Sejak proklamasi kemerdekaan, Indonesia secara konsisten menerapkan politik luar negeri bebas aktif. Dalam konteks konflik Israel-Palestina, Indonesia memiliki posisi yang jelas yakni mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan. Namun, dukungan ini diwujudkan melalui jalur diplomasi, forum internasional, dan bantuan kemanusiaan, bukan melalui intervensi militer langsung. Tidak ada perubahan mendasar dalam kebijakan luar negeri Indonesia yang mengindikasikan pergeseran ke arah konfrontasi militer dengan Israel.

Keempat, tidak ada pernyataan resmi dari pihak berwenang: Hingga saat penulisan ini, tidak ada pernyataan resmi dari Prabowo Subianto, Kementerian Pertahanan, maupun institusi pemerintah lainnya yang membenarkan klaim tersebut. Jika memang ada perintah sedemikian rupa, sebagai sebuah informasi yang krusial dan memiliki dampak geopolitik besar, sudah pasti akan diumumkan secara resmi dan menjadi perhatian utama media massa di seluruh dunia.

Dengan demikian, berdasarkan logika sebab-akibat, klaim “Prabowo Perintahkan Siap Perang dengan Israel Usai Tewasnya Tiga Prajurit” tidak memiliki dasar faktual. Sebab, insiden kematian prajurit Indonesia yang diklaim tidak pernah terjadi, dan akibatnya, perintah perang dari Menteri Pertahanan tanpa dasar insiden dan tanpa wewenang konstitusional adalah mustahil. Klaim ini juga bertentangan dengan landasan konstitusional, struktur komando militer, dan arah kebijakan luar negeri Indonesia.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang komprehensif, narasi yang mengklaim bahwa Prabowo Subianto memerintahkan kesiapan perang dengan Israel usai tewasnya tiga prajurit adalah informasi yang tidak benar. Klaim tersebut tidak didukung oleh bukti dan bertentangan dengan data serta prosedur resmi negara. Masyarakat diimbau untuk selalu kritis dan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah. Cek Sumber Asli.

Tags: Cek Faktaprabowo
Previous Post

ShengShu Menggebrak Pasar AI Global: Startup Tiongkok Ini Raih $293 Juta untuk Wujudkan AGI

Next Post

HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran

digitalbisnis

digitalbisnis

Next Post
HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran

HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran

Discussion about this post

Market

Crypto markets by TradingView
digitalbisnis.id

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.

  • Bisnis
  • Gadget & App
  • Teknologi
  • Start Up
  • Event

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.