Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial yang mengklaim bahwa Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah mencapai kesepakatan untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi Rp7.000 per liter.
Informasi ini menyebar melalui berbagai platform, termasuk grup percakapan dan unggahan di media sosial, seringkali disertai narasi yang bertujuan memprovokasi atau menciptakan harapan palsu di kalangan masyarakat.
Penelusuran Fakta
Tim kami segera melakukan penelusuran mendalam untuk memverifikasi klaim terkait kesepakatan penurunan harga BBM tersebut. Proses verifikasi dimulai dengan menganalisis sumber-sumber berita resmi, pernyataan publik dari pihak terkait, dan data dari lembaga pemerintah yang berwenang dalam penetapan harga BBM.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak ada satupun pernyataan resmi dari Erick Thohir, Prabowo Subianto, atau instansi pemerintah terkait yang mengkonfirmasi adanya kesepakatan untuk menurunkan harga BBM menjadi Rp7.000 per liter. Berdasarkan data dan rilis resmi yang tersedia hingga saat ini, harga BBM jenis tertentu seperti Pertalite dan Pertamax masih mengikuti kebijakan penetapan harga oleh PT Pertamina (Persero) yang mengacu pada harga minyak dunia dan kebijakan pemerintah.
Bantahan terhadap klaim ini didasarkan pada beberapa fakta konkret. Pertama, penetapan harga BBM merupakan wewenang pemerintah yang melibatkan berbagai pertimbangan ekonomi dan fiskal, bukan sekadar kesepakatan personal antara dua menteri. Kedua, kenaikan atau penurunan harga BBM biasanya diumumkan secara resmi melalui konferensi pers oleh menteri terkait atau perwakilan Pertamina, disertai dengan penjelasan mengenai dasar pertimbangannya. Ketiga, angka Rp7.000 per liter untuk jenis BBM yang umum dikonsumsi seperti Pertalite atau Pertamax adalah jauh di bawah harga keekonomian saat ini, sehingga klaim tersebut tidak realistis dari sisi ekonomi.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa narasi mengenai kesepakatan Erick Thohir dan Prabowo Subianto untuk menurunkan harga BBM menjadi Rp7.000 adalah tidak berdasar dan merupakan informasi yang menyesatkan.
Kesimpulan
Informasi yang beredar mengenai kesepakatan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk menurunkan harga BBM menjadi Rp7.000 per liter adalah tidak benar.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah.


Discussion about this post