body { font-family: ‘Segoe UI’, Tahoma, Geneva, Verdana, sans-serif; line-height: 1.6; }
h2 { color: #333; border-bottom: 2px solid #eee; padding-bottom: 5px; margin-top: 20px; }
p { margin-bottom: 15px; }
a { color: #007bff; text-decoration: none; }
a:hover { text-decoration: underline; }
Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial yang mengklaim bahwa Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, melalui akun Twitter miliknya, diduga menghubungi influencer Pandji Pragiwaksono. Pesan tersebut disebut berisi permintaan agar Pandji Pragiwaksono sebagai seorang influencer dapat memberikan pernyataan atau pandangan yang lebih bijak kepada publik.
Informasi ini kerap beredar dalam bentuk tangkapan layar percakapan atau narasi yang dibagikan ulang oleh berbagai akun anonim, menimbulkan pertanyaan mengenai kebenaran interaksi tersebut dan motif di baliknya.
Penelusuran Fakta
Tim verifikasi digitalbisnis.id melakukan penelusuran mendalam untuk mengklarifikasi klaim tersebut. Proses penelusuran dimulai dengan memantau akun resmi Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, serta akun resmi Pandji Pragiwaksono di platform media sosial, khususnya Twitter.
Pemeriksaan terhadap riwayat cuitan dan interaksi yang terekam publik tidak menemukan adanya bukti otentik yang mendukung klaim bahwa Seskab Pramono Anung secara pribadi menghubungi Pandji Pragiwaksono untuk meminta pandangan yang lebih bijak. Tidak ada postingan, balasan, atau pesan langsung yang dapat diverifikasi yang mengindikasikan percakapan semacam itu.
Lebih lanjut, penelusuran dilakukan dengan mencari berita dari media kredibel yang melaporkan kejadian tersebut. Hasil pencarian juga tidak membuahkan hasil yang mengkonfirmasi klaim ini. Sebaliknya, penelusuran mengarah pada hasil pemeriksaan fakta yang dilakukan oleh TurnBackHoax.ID.
Bantahan terhadap klaim ini didasarkan pada ketiadaan bukti primer dan sekunder yang valid. Sebuah interaksi penting yang melibatkan pejabat tinggi negara dan seorang tokoh publik seperti influencer, seharusnya meninggalkan jejak yang dapat dilacak, baik melalui komunikasi publik, pemberitaan media, atau pernyataan resmi. Ketiadaan jejak inilah yang menjadi dasar utama mengapa klaim tersebut dianggap tidak berdasar.
Konteks asli dari klaim ini tampaknya adalah upaya untuk menciptakan narasi atau opini publik yang mungkin bertujuan untuk mendiskreditkan salah satu pihak atau justru menciptakan kesan adanya intervensi. Tanpa bukti konkret, klaim semacam ini berpotensi menjadi disinformasi yang menyebar dan dipercayai oleh publik tanpa dasar yang kuat.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran yang komprehensif dan verifikasi silang dengan sumber terpercaya, tidak ditemukan bukti yang mendukung klaim bahwa Seskab Pramono Anung menghubungi Pandji Pragiwaksono dan memintanya untuk lebih bijak dalam pernyataannya. Informasi ini adalah hoaks yang tidak memiliki dasar fakta yang kuat.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID – Persembahan dari MAFINDO, informasi tersebut dinyatakan Salah.


Discussion about this post