Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial yang mengklaim bahwa Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan 85% masyarakat setuju Presiden Joko Widodo kembali menjabat sebagai Presiden. Narasi ini kerap dibagikan melalui tangkapan layar atau pesan berantai yang menimbulkan kebingungan di masyarakat mengenai kebenaran hasil survei tersebut.
Penelusuran Fakta
Tim verifikasi digitalbisnis.id telah melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Survei LSI menyatakan 85% masyarakat setuju Jokowi kembali menjadi Presiden adalah tidak benar. Analisis terhadap sumber-sumber resmi LSI dan pemberitaan media kredibel tidak menemukan adanya survei dengan temuan sebesar itu.
Terdapat kemungkinan bahwa narasi ini merupakan hasil manipulasi atau kesalahpahaman terhadap temuan survei yang sebenarnya. Survei yang dirilis oleh LSI atau lembaga survei lainnya biasanya memiliki rentang margin of error dan menyajikan berbagai macam preferensi publik, bukan angka tunggal yang terkesan mutlak seperti 85%. Informasi yang beredar secara masif ini bisa jadi merupakan upaya untuk menciptakan opini publik yang bias atau menyesatkan.
Lebih lanjut, investigasi kami menemukan bahwa klaim tersebut tidak didukung oleh data primer dari Lembaga Survei Indonesia (LSI). LSI sendiri merupakan lembaga riset yang memiliki reputasi dan metodologi survei yang terstandarisasi. Jika memang ada survei dengan temuan signifikan seperti itu, maka sudah pasti akan diberitakan secara luas oleh media-media nasional terkemuka dengan liputan mendalam. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.
Penting untuk dicatat bahwa hasil survei, terutama yang berkaitan dengan preferensi politik, seringkali menjadi sasaran empuk misinformasi. Hal ini disebabkan oleh sensitivitas topik dan potensi manipulasi untuk tujuan tertentu. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu bersikap kritis dan melakukan verifikasi silang terhadap setiap informasi yang diterima, terutama sebelum membagikannya lebih lanjut.
Penyebaran informasi yang salah ini dapat menimbulkan polarisasi opini publik dan merusak kepercayaan terhadap lembaga survei yang kredibel. Sebab, klaim yang tidak berdasar seperti ini dapat disalahartikan sebagai fakta oleh sebagian masyarakat, yang kemudian menggunakannya sebagai dasar argumentasi tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Akibatnya, ruang publik menjadi tercemar oleh narasi yang keliru.
Kesimpulan
Informasi yang mengklaim bahwa Survei LSI menunjukkan 85% masyarakat setuju Jokowi kembali menjadi Presiden adalah tidak benar dan menyesatkan. Masyarakat dihimbau untuk tidak mudah percaya pada klaim semacam ini dan selalu melakukan verifikasi fakta dari sumber yang terpercaya.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah. Cek Sumber Asli.


Discussion about this post