• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
Thursday, January 8, 2026
  • Login
digitalbisnis.id
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
digitalbisnis.id
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Keuangan

Surplus Dagang RI Cetak Rekor 49 Bulan, Namun ‘Hantu’ Pelemahan Harga Komoditas Mulai Terasa

digitalbisnis by digitalbisnis
January 5, 2026
in Keuangan
Surplus Dagang RI Cetak Rekor 49 Bulan, Namun ‘Hantu’ Pelemahan Harga Komoditas Mulai Terasa
465
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia kembali mencatatkan kinerja perdagangan internasional yang mengesankan pada Mei 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa neraca perdagangan barang berhasil membukukan surplus sebesar US$2,93 miliar. Angka ini tidak hanya menandai surplus selama 49 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, tetapi juga melampaui capaian bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$2,72 miliar.

Meskipun angka surplus ini terlihat kokoh, analisis lebih dalam menunjukkan adanya pergeseran fundamental yang patut dicermati. Kemenangan kali ini diraih di tengah tantangan serius: anjloknya ekspor komoditas andalan seperti batu bara dan meningkatnya impor secara signifikan. Ini mengindikasikan bahwa mesin ekonomi Indonesia mungkin sedang beradaptasi, beralih dari ketergantungan pada sumber daya alam mentah ke sektor lain yang lebih bernilai tambah.

Table of Contents

Toggle
  • Rincian Kinerja Ekspor-Impor
  • Alarm dari Sektor Batu Bara dan Komoditas
  • Sinyal Positif dari Peningkatan Impor
  • Prospek ke Depan

Rincian Kinerja Ekspor-Impor

Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia pada Mei 2024 mencapai US$22,33 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang solid, naik 13,82% dibandingkan April 2024 (month-to-month/mtm) dan tumbuh 2,86% dibandingkan Mei 2023 (year-on-year/yoy). Namun, di balik pertumbuhan ini, sektor pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor justru mengalami kontraksi.

Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi persnya menyoroti pendorong utama kenaikan ekspor bulanan. “Peningkatan nilai ekspor Mei 2024 secara bulanan didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas terutama pada komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya,” ujarnya. Sektor industri pengolahan menjadi bintang dengan kenaikan ekspor sebesar 16,40% secara bulanan, mengkompensasi penurunan ekspor hasil tambang sebesar 0,55%.

Di sisi lain, nilai impor pada Mei 2024 tercatat sebesar US$19,40 miliar. Angka ini turun 8,83% dibandingkan bulan sebelumnya, namun melonjak tajam 14,82% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan impor tahunan ini menjadi sinyal penting bagi para analis ekonomi.

Alarm dari Sektor Batu Bara dan Komoditas

Judul utama berita ini mungkin adalah surplus, tetapi cerita yang lebih krusial terletak pada kinerja komoditas. Ekspor komoditas unggulan seperti batu bara, yang masuk dalam kategori bahan bakar mineral (HS 27), mengalami penurunan signifikan. Pelemahan harga komoditas global menjadi faktor utama yang menekan nilai ekspor dari sektor ini.

Penurunan ini menjadi pengingat bahwa ketergantungan berlebih pada ekspor komoditas mentah sangat rentan terhadap volatilitas pasar global. Ketika harga anjlok, penerimaan negara dari ekspor bisa langsung tergerus. Diversifikasi ekspor ke produk manufaktur dan barang bernilai tambah tinggi menjadi agenda yang tidak bisa ditawar lagi untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

Sinyal Positif dari Peningkatan Impor

Meskipun kenaikan impor seringkali dianggap sebagai faktor yang menekan surplus, komposisi impor kali ini justru memberikan secercah harapan. Peningkatan impor tahunan didominasi oleh impor barang modal serta bahan baku/penolong, yang masing-masing naik secara signifikan.

Amalia Adininggar Widyasanti menekankan interpretasi positif dari data ini. “Peningkatan impor barang modal dan bahan baku/penolong ini menjadi sinyal positif karena dapat menjadi pendorong aktivitas industri dan pertumbuhan ekonomi ke depan,” jelasnya. Ini berarti para pelaku industri di dalam negeri sedang meningkatkan kapasitas produksi mereka, sebuah indikator bahwa roda perekonomian domestik berputar lebih kencang dan bersiap untuk ekspansi.

Sebaliknya, impor barang konsumsi justru tercatat mengalami penurunan, menunjukkan bahwa permintaan domestik untuk barang jadi dari luar negeri cenderung terkendali. Kombinasi ini—impor barang produktif naik sementara impor konsumtif turun—adalah skenario ideal yang menandakan kesehatan aktivitas manufaktur dan investasi.

Prospek ke Depan

Bertahannya surplus neraca perdagangan selama 49 bulan adalah sebuah prestasi yang patut diapresiasi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, data Mei 2024 menjadi sebuah potret yang jelas tentang transisi yang sedang dihadapi Indonesia. Era ‘bonanza’ komoditas mungkin telah meredup, dan kini saatnya bagi sektor manufaktur untuk mengambil alih peran sebagai motor utama ekspor.

Ke depan, tantangannya adalah bagaimana pemerintah dan pelaku usaha dapat terus mendorong daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar global. Di sisi lain, kemampuan untuk mengelola impor secara produktif akan menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan industri dalam negeri tanpa mengorbankan stabilitas neraca perdagangan secara drastis.

Tags: Berita Terkinideep techKeuangan
Previous Post

Palu Hakim Jatuh: Akhir Pahit Penyebar Hoax Transgender Ibu Negara Prancis

Next Post

Aksi Cepat Tanggap: 95% Jaringan Telekomunikasi di Aceh Bangkit dari Lumpuh Pasca-Bencana

digitalbisnis

digitalbisnis

Next Post
Aksi Cepat Tanggap: 95% Jaringan Telekomunikasi di Aceh Bangkit dari Lumpuh Pasca-Bencana

Aksi Cepat Tanggap: 95% Jaringan Telekomunikasi di Aceh Bangkit dari Lumpuh Pasca-Bencana

Discussion about this post

digitalbisnis.id

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.

  • Bisnis
  • Gadget & App
  • Teknologi
  • Start Up
  • Event

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.