Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial dan aplikasi pesan berantai yang mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini membuat pernyataan keliru, seolah-olah Indonesia baru akan memiliki motor listrik nasional untuk pertama kalinya. Klaim ini menimbulkan persepsi bahwa Presiden tidak memahami atau mengabaikan sejarah panjang dan upaya yang telah dilakukan Indonesia dalam pengembangan kendaraan listrik roda dua. Judul dan kutipan yang beredar luas di berbagai platform digital menyatakan:
“[CEK FAKTA] Presiden Prabowo Keliru Klaim Indonesia Baru Akan Punya Motor Listrik Nasional.”
Narasi ini menyiratkan bahwa pernyataan Presiden Prabowo adalah kekeliruan fundamental karena Indonesia, faktanya, telah memiliki dan bahkan memproduksi sejumlah motor listrik berlabel nasional jauh sebelum masa jabatannya. Informasi ini menjadi viral dan memicu diskusi publik mengenai pemahaman pemerintah terhadap industri otomotif listrik dalam negeri.
Penelusuran Fakta
Sebagai jurnalis investigasi senior, kami melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim yang beredar. Proses verifikasi melibatkan peninjauan arsip berita nasional, laporan industri otomotif, pernyataan resmi pemerintah sebelumnya, serta jejak digital terkait pengembangan motor listrik di Indonesia. Hasil penelusuran kami menunjukkan bahwa klaim tersebut adalah sebuah misinterpretasi serius atau bahkan distorsi dari konteks pernyataan yang mungkin disampaikan oleh Presiden Prabowo, atau sengaja dibentuk untuk menyesatkan publik.
Faktanya, Indonesia telah memiliki dan mengembangkan motor listrik nasional sejak beberapa tahun lalu. Proyek-proyek pionir telah melahirkan produk-produk kebanggaan seperti:
- Gesits: Motor listrik ini adalah salah satu yang paling dikenal sebagai hasil karya anak bangsa. Dikembangkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bekerja sama dengan PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON), Gesits telah diproduksi massal dan dipasarkan sejak tahun 2019. Kehadiran Gesits membuktikan kapasitas Indonesia dalam merancang, memproduksi, dan mendistribusikan motor listrik dengan komponen lokal yang signifikan.
- Viar Q1: Sebelum Gesits, Viar Q1 juga sudah melenggang di jalanan Indonesia sebagai motor listrik lokal yang mendapatkan subsidi pemerintah untuk pengembangannya. Ini menunjukkan bahwa upaya dukungan terhadap industri motor listrik sudah berjalan jauh sebelum klaim tersebut muncul.
- SELIS: PT SELIS Retail Indonesia juga telah memproduksi beragam model motor dan sepeda listrik yang banyak digunakan di kota-kota besar, menunjukkan ekosistem produksi yang berkelanjutan.
- United E-Motor, Greentech, Volta, Alva: Beberapa merek lain juga telah meramaikan pasar motor listrik nasional, dengan berbagai tingkat kandungan lokal dan fasilitas produksi di Indonesia. Ini mengindikasikan bahwa istilah ‘motor listrik nasional’ bukan lagi suatu wacana, melainkan realitas pasar yang terus berkembang.
Pemerintah Indonesia, jauh sebelum periode saat ini, telah menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai regulasi dan insentif. Regulasi seperti Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) adalah bukti nyata dukungan berkelanjutan, yang menjadi payung hukum bagi pengembangan dan produksi motor listrik di dalam negeri. Artinya, inisiatif untuk memiliki motor listrik nasional bukanlah hal baru yang baru akan dimulai.
Jika Presiden Prabowo Subianto memang menyampaikan pernyataan terkait motor listrik, besar kemungkinan konteksnya adalah akselerasi program, peningkatan skala produksi, pencapaian target kandungan lokal yang lebih tinggi, atau dorongan untuk menjadikan Indonesia sebagai hub produksi kendaraan listrik regional. Pernyataan tersebut bisa jadi merujuk pada “fase baru” atau “target ambisius” yang lebih besar, bukan berarti Indonesia “baru akan punya” motor listrik nasional secara harfiah. Misinterpretasi timbul akibat pemenggalan konteks atau pemahaman yang dangkal terhadap upaya dan capaian industri otomotif listrik Indonesia selama ini.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta yang komprehensif, klaim yang menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto keliru mengklaim Indonesia baru akan punya motor listrik nasional adalah tidak benar dan menyesatkan. Indonesia telah memiliki motor listrik nasional yang diproduksi dan dipasarkan oleh berbagai merek lokal sejak beberapa tahun yang lalu, didukung oleh regulasi dan kebijakan pemerintah yang berkesinambungan.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta Suara.com, informasi tersebut dinyatakan Salah.
![[CEK FAKTA] Presiden Prabowo Keliru Klaim Indonesia Baru Akan Punya Motor Listrik Nasional](https://digitalbisnis.id/wp-content/uploads/2026/07/75635-jokowi-dan-gesits-pakai-helm-750x375.jpg)

Discussion about this post