• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
Saturday, July 11, 2026
  • Login
digitalbisnis.id
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
digitalbisnis.id
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Crypto

Nouriel Roubini, Si Ekonom ‘Dr. Doom’, Mulai Melirik Kripto Meski Tetap Anggap 90% Aset Digital Tak Berguna

digitalbisnis by digitalbisnis
July 11, 2026
in Crypto
Nouriel Roubini, Si Ekonom ‘Dr. Doom’, Mulai Melirik Kripto Meski Tetap Anggap 90% Aset Digital Tak Berguna
465
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Nouriel Roubini dan Jejaknya di Dunia Kripto

Nouriel Roubini, ekonom terkemuka yang dikenal dengan julukan “Dr. Doom” karena prediksi-prediksi pesimistisnya terhadap ekonomi global, telah lama menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap mata uang kripto. Pandangannya yang tajam dan seringkali blak-blakan telah membentuk sebagian besar narasi skeptis di kalangan akademisi dan institusi keuangan tradisional. Namun, dalam sebuah perkembangan yang mengejutkan banyak pihak, Roubini kini dilaporkan mulai “mencelupkan kakinya” ke pasar aset digital.

Meskipun ada indikasi ketertarikan baru ini, Roubini tetap berpegang teguh pada keyakinannya yang lama: sekitar 90% dari semua aset digital, menurutnya, tidak memiliki nilai fundamental dan pada dasarnya tidak berguna. Pergeseran parsial dalam sikapnya ini memicu perdebatan menarik di komunitas kripto dan keuangan, mempertanyakan apakah ini adalah tanda legitimasi yang lebih besar untuk aset digital, atau hanya langkah strategis dari seorang analis yang ingin memahami lanskap baru ini lebih dalam.

Table of Contents

Toggle
  • Nouriel Roubini dan Jejaknya di Dunia Kripto
  • Sejarah Panjang Skeptisisme Roubini Terhadap Kripto
  • “Mencelupkan Kaki” ke Pasar: Apa Artinya Bagi Dr. Doom?
  • Mengapa 90% Aset Digital Dianggap Tak Berguna?
  • Implikasi Sikap Roubini Bagi Pasar Kripto

Sejarah Panjang Skeptisisme Roubini Terhadap Kripto

Selama bertahun-tahun, Nouriel Roubini telah menjadi sosok yang tak tergoyahkan dalam kritiknya terhadap Bitcoin dan ekosistem kripto yang lebih luas. Ia sering melabeli Bitcoin sebagai “gelembung spekulatif,” “penipuan besar,” dan bahkan “induk dari semua gelembung.” Dalam berbagai kesempatan, ia membandingkan kegilaan kripto dengan fenomena tulip mania di Belanda abad ke-17, menunjukkan bahwa aset digital tidak memiliki nilai intrinsik, tidak didukung oleh aset riil, dan rentan terhadap manipulasi pasar yang ekstrem.

Roubini berargumen bahwa kripto, alih-alih menjadi mata uang masa depan atau lindung nilai terhadap inflasi, hanyalah alat untuk aktivitas ilegal, penipuan, dan skema pump-and-dump. Ia juga menyoroti volatilitas ekstrem aset kripto yang membuatnya tidak cocok sebagai alat tukar yang stabil atau penyimpan nilai yang andal. Baginya, janji desentralisasi dan inovasi yang ditawarkan kripto hanyalah kedok untuk proyek-proyek yang pada akhirnya akan gagal dan merugikan investor.

Kritik-kritik ini bukan hanya dari sudut pandang akademis, tetapi juga sering disampaikan dengan retorika yang kuat dan provokatif, menjadikannya musuh bebuyutan bagi banyak penggemar kripto. Oleh karena itu, berita tentang ketertarikannya yang baru pada pasar ini menjadi sebuah paradoks yang menarik.

“Mencelupkan Kaki” ke Pasar: Apa Artinya Bagi Dr. Doom?

Istilah “mencelupkan kaki” atau “dipping his toe” menyiratkan keterlibatan yang hati-hati dan mungkin terbatas, bukan perubahan hati yang drastis. Detail spesifik mengenai bagaimana Roubini mulai terlibat dengan pasar kripto belum sepenuhnya diungkap. Namun, ada beberapa interpretasi yang mungkin:

  1. **Investasi Terbatas dan Terseleksi:** Roubini mungkin tertarik pada aset digital tertentu yang dia anggap memiliki fundamental yang lebih kuat, atau yang diatur secara lebih ketat, seperti beberapa stablecoin yang didukung aset atau proyek blockchain perusahaan yang memiliki kasus penggunaan nyata. Ini mungkin bukan investasi spekulatif pada altcoin yang berisiko tinggi.
  2. **Eksplorasi Teknologi Blockchain:** Daripada berinvestasi pada koin, ia mungkin sedang menjajaki potensi teknologi blockchain itu sendiri, di luar aspek spekulatif mata uang kripto. Misalnya, aplikasi blockchain dalam keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang lebih terstruktur atau solusi enterprise blockchain.
  3. **Penelitian dan Analisis Mendalam:** Keterlibatan ini bisa jadi merupakan bagian dari upaya Roubini untuk memahami pasar kripto dari dalam, untuk memperkuat argumennya atau bahkan menemukan nuansa baru dalam kritiknya. Sebagai seorang ekonom, pendekatan ini akan sangat rasional.
  4. **Konsultasi atau Keterlibatan Institusional:** Mungkin ada keterlibatan dalam kapasitas penasihat untuk lembaga keuangan tradisional yang ingin memahami atau memasuki ruang aset digital, atau bahkan dengan entitas yang berfokus pada regulasi kripto.

Apapun bentuk keterlibatannya, langkah ini menandakan bahwa Roubini, meskipun skeptis, tidak sepenuhnya mengabaikan fenomena aset digital. Ia mungkin melihat adanya potensi di segmen-segmen tertentu yang terpisah dari apa yang ia anggap sebagai “sampah” di pasar kripto.

Mengapa 90% Aset Digital Dianggap Tak Berguna?

Keyakinan Roubini bahwa 90% aset digital tidak berguna adalah inti dari pandangan skeptisnya yang berkesinambungan. Argumen ini kemungkinan besar didasarkan pada pengamatan berikut:

  • **Ketiadaan Nilai Intrinsik:** Banyak aset kripto, terutama altcoin dengan kapitalisasi pasar kecil, tidak memiliki fundamental ekonomi yang jelas, kasus penggunaan dunia nyata, atau dukungan aset fisik. Nilainya semata-mata didorong oleh spekulasi dan hype.
  • **Proyek “Vaporware” dan Penipuan:** Pasar kripto dipenuhi dengan proyek-proyek yang tidak pernah memenuhi janji mereka, atau bahkan yang terang-terangan merupakan skema penipuan (rug pull, ponzi schemes). Roubini mungkin melihat sebagian besar ICO (Initial Coin Offering) dan proyek DeFi baru-baru ini sebagai contoh dari kategori ini.
  • **Volatilitas dan Manipulasi:** Mayoritas aset digital sangat volatil dan rentan terhadap manipulasi pasar oleh “whale” (pemegang aset besar) atau influencer. Ini membuat mereka tidak stabil sebagai investasi jangka panjang atau alat tukar.
  • **Kurangnya Regulasi:** Lingkungan regulasi yang belum matang di sebagian besar yurisdiksi membuat pasar kripto menjadi “Wild West,” di mana investor kurang terlindungi dari penipuan dan praktik tidak etis.
  • **Masalah Skalabilitas dan Keberlanjutan:** Banyak blockchain dan aset digital menghadapi tantangan serius terkait skalabilitas, biaya transaksi tinggi, dan dampak lingkungan yang signifikan, yang menghambat adopsi massal yang berkelanjutan.

Bagi Roubini, segelintir aset yang mungkin memiliki nilai (yang 10%) kemungkinan adalah aset yang paling mapan, memiliki regulasi yang jelas, atau didukung oleh teknologi blockchain yang terbukti memberikan solusi nyata, bukan hanya janji-janji kosong.

Implikasi Sikap Roubini Bagi Pasar Kripto

Sikap Nouriel Roubini, yang kini sedikit melunak namun tetap kritis, memiliki beberapa implikasi penting:

  1. **Validasi Sebagian:** Keterlibatan Roubini, betapapun kecilnya, dapat memberikan sedikit validasi bagi pasar kripto di mata investor institusional dan konservatif. Jika seorang kritikus keras pun melihat “sesuatu” yang menarik, ini bisa menjadi sinyal bagi yang lain untuk setidaknya mempertimbangkan.
  2. **Peringatan Konstan:** Di sisi lain, kritiknya yang terus-menerus terhadap 90% aset digital berfungsi sebagai peringatan penting. Ini mengingatkan investor akan risiko inheren, perlunya uji tuntas, dan bahaya spekulasi berlebihan di pasar yang masih muda dan belum matang.
  3. **Pendorong Regulasi:** Pandangan Roubini mungkin juga mendorong pemerintah dan regulator untuk mempercepat pembentukan kerangka kerja yang lebih jelas dan ketat. Jika sebagian besar aset memang “tidak berguna,” maka regulasi diperlukan untuk melindungi publik.
  4. **Mendorong Inovasi Bertanggung Jawab:** Bagi para pengembang dan inovator di ruang kripto, kritik seperti ini dapat menjadi dorongan untuk fokus pada proyek-proyek dengan utilitas nyata, tata kelola yang baik, dan transparansi, alih-alih hanya menciptakan token spekulatif.

Pada akhirnya, Roubini tetap menjadi suara penting yang menyerukan kehati-hatian dan realisme di tengah euforia pasar kripto. Keterlibatannya, meskipun terbatas, menunjukkan kompleksitas dan dinamika yang terus berkembang di dunia aset digital, di mana bahkan para skeptis pun tidak bisa sepenuhnya mengabaikannya.

Tags: Berita TerkiniCrypto
Previous Post

Meta Akui ‘Meleset’ pada Privasi, Hentikan Pengembangan Fitur AI Gambar Muse

Next Post

Menguak Rahasia Cookie Google: Memahami Kendali Penuh atas Privasi Digital Anda

digitalbisnis

digitalbisnis

Next Post
Menguak Rahasia Cookie Google: Memahami Kendali Penuh atas Privasi Digital Anda

Menguak Rahasia Cookie Google: Memahami Kendali Penuh atas Privasi Digital Anda

Discussion about this post

Market

Crypto markets by TradingView
digitalbisnis.id

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.

  • Bisnis
  • Gadget & App
  • Teknologi
  • Start Up
  • Event

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.