• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
Sunday, July 19, 2026
  • Login
digitalbisnis.id
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
digitalbisnis.id
No Result
View All Result
Home Cek Fakta

Presiden Prabowo Keliru Klaim Indonesia Baru Akan Punya Motor Listrik Nasional

digitalbisnis by digitalbisnis
July 18, 2026
in Cek Fakta
Presiden Prabowo Keliru Klaim Indonesia Baru Akan Punya Motor Listrik Nasional
465
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Narasi

Beredar sebuah informasi di media sosial dan pesan berantai yang mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto keliru dalam pernyataannya, seolah-olah Indonesia baru akan memulai memiliki motor listrik nasional. Narasi ini seringkali muncul dalam bentuk tangkapan layar berita yang dipenggal atau kutipan tanpa konteks dari pidato atau wawancara resmi, kemudian disebarkan dengan judul yang provokatif, seperti “Prabowo Klaim Indonesia Baru Akan Punya Motor Listrik Nasional, Netizen: Kemana Aja Pak?” atau “Pernyataan Prabowo: Motor Listrik Nasional Akan Dimulai, Padahal Sudah Ada Sejak Lama.” Konten semacam ini menimbulkan persepsi keliru di kalangan publik bahwa Presiden Prabowo tidak memahami perkembangan industri otomotif nasional, khususnya di sektor kendaraan listrik, yang sesungguhnya telah memiliki sejumlah inisiatif dan produk motor listrik buatan dalam negeri yang telah beredar di pasaran. Klaim ini secara implisit menyiratkan bahwa Indonesia belum memiliki motor listrik nasional dan inisiatif baru akan dimulai di bawah kepemimpinan beliau, mengabaikan upaya serta pencapaian yang telah ada dan sedang berlangsung sebelumnya.

Penelusuran Fakta

Sebagai jurnalis investigasi senior di digitalbisnis.id dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam memverifikasi informasi, saya segera melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim yang beredar ini. Proses verifikasi kami dimulai dengan pencarian komprehensif menggunakan kata kunci yang relevan di berbagai platform berita digital, arsip pemberitaan media terkemuka, serta transkrip resmi pidato atau konferensi pers pemerintah. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi sumber asli pernyataan Presiden Prabowo dan memahami konteks utuh dari apa yang beliau sampaikan.

Table of Contents

Toggle
  • Narasi
  • Penelusuran Fakta
  • Kesimpulan

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa narasi yang beredar tersebut adalah sebuah disinformasi yang muncul akibat pemotongan informasi, salah interpretasi, atau bahkan distorsi konteks dari pernyataan yang sebenarnya. Presiden Prabowo Subianto, dalam berbagai kesempatan, memang secara konsisten menekankan urgensi pengembangan industri kendaraan listrik nasional sebagai pilar penting untuk mencapai kemandirian ekonomi, mengurangi emisi karbon, dan mempercepat transisi energi. Namun, penekanannya bukanlah pada frasa “baru akan punya” motor listrik nasional, seolah-olah Indonesia memulai dari nol. Sebaliknya, fokus pernyataan beliau lebih condong pada upaya untuk *mengakselerasi* produksi massal, *meningkatkan* Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara signifikan, serta *memperkuat* ekosistem industri motor listrik nasional agar mampu bersaing secara global dan memenuhi kebutuhan domestik yang masif dan berkelanjutan.

Penting untuk memahami logika sebab-akibat yang diputarbalikkan dalam narasi hoax ini. Klaim yang disebarkan (sebab) menyatakan bahwa Presiden Prabowo mengklaim Indonesia “baru akan punya” motor listrik nasional. Implikasi (akibat) yang ingin dibangun dari klaim ini adalah seolah-olah Indonesia sangat tertinggal dan belum ada upaya signifikan dalam pengembangan motor listrik domestik. Padahal, konteks aslinya (sebab) adalah dorongan dan ajakan untuk meningkatkan kapasitas serta kapabilitas produksi motor listrik, serta mendorong adopsi yang lebih luas dari produk buatan dalam negeri yang sudah ada. Oleh karena itu, dampak yang diinginkan adalah kemajuan dan penguatan industri yang sudah berjalan, bukan memulai dari titik awal.

Fakta yang tak terbantahkan adalah bahwa Indonesia sudah memiliki berbagai merek motor listrik nasional yang telah beredar di pasaran dan digunakan oleh masyarakat. Sebut saja Gesits, yang merupakan pionir motor listrik buatan Indonesia sejak beberapa tahun lalu dan telah diproduksi secara massal. Selain itu, ada juga merek-merek lain seperti Volta, Selis, Alva One, United E-Motor, dan Smoot, yang semuanya telah berkontribusi pada pasar motor listrik domestik dengan tingkat lokalisasi komponen yang bervariasi. Bahkan, pemerintah, jauh sebelum era kepemimpinan Presiden Prabowo, telah mengeluarkan berbagai kebijakan insentif, seperti subsidi pembelian dan pembebasan pajak, untuk mendorong pertumbuhan industri dan adopsi kendaraan listrik.

Dengan demikian, pernyataan Presiden Prabowo harus dilihat dalam bingkai visi yang lebih luas untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di industri motor listrik global, bukan sekadar memiliki produk. Hal ini mencakup pengembangan teknologi mutakhir, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pengurangan ketergantungan pada impor komponen. Oleh karena itu, klaim bahwa beliau “keliru klaim Indonesia baru akan punya motor listrik nasional” adalah misrepresentasi yang menyesatkan dari tujuan dan konteks sebenarnya. Beliau lebih condong pada visi “bagaimana kita bisa memproduksi lebih banyak, lebih mandiri, dan lebih kompetitif di masa depan” dibandingkan dengan gagasan “kita belum punya dan baru akan memulai sekarang.” Upaya ini merupakan kelanjutan dan penguatan substansial dari fondasi yang sudah ada.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang komprehensif dan analisis konteks yang cermat, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan Presiden Prabowo Subianto keliru dalam mengklaim Indonesia baru akan memiliki motor listrik nasional adalah informasi yang salah dan menyesatkan. Indonesia telah memiliki dan mengembangkan motor listrik nasional sejak beberapa tahun lalu, dengan berbagai merek lokal yang telah beroperasi di pasaran. Pernyataan Presiden Prabowo lebih berfokus pada akselerasi, peningkatan produksi, dan penguatan industri motor listrik nasional, bukan mengindikasikan bahwa ini adalah awal dari segalanya.

Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta Suara.com, informasi tersebut dinyatakan Salah.

Cek Sumber Asli.

Tags: Cek Faktaprabowo
Previous Post

Jangan Asal Klik! Membedah Implikasi Persetujuan Cookie Google pada Data Anda

Next Post

Ketika Kedaulatan Digital Diuji: Kenya Selidiki Insiden Siber di Situs Presiden

digitalbisnis

digitalbisnis

Next Post
Ketika Kedaulatan Digital Diuji: Kenya Selidiki Insiden Siber di Situs Presiden

Ketika Kedaulatan Digital Diuji: Kenya Selidiki Insiden Siber di Situs Presiden

Discussion about this post

Market

Crypto markets by TradingView
digitalbisnis.id

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.

  • Bisnis
  • Gadget & App
  • Teknologi
  • Start Up
  • Event

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.