• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
digitalbisnis.id
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
digitalbisnis.id
No Result
View All Result
Home Cek Fakta

[SALAH] Hampir 90% Masyarakat Indonesia Ingin Program MBG Dihentikan

digitalbisnis by digitalbisnis
May 18, 2026
in Cek Fakta
465
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTINDAK SEBAGAI: Jurnalis Investigasi Senior di media nasional ‘digitalbisnis.id’. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, ahli dalam memverifikasi informasi dengan beragam metode.

Narasi

Beredar sebuah informasi di media sosial dan pesan berantai yang mengklaim bahwa ‘Hampir 90% Masyarakat Indonesia Ingin Program MBG Dihentikan’. Klaim ini menyebar dengan cepat, menimbulkan narasi bahwa terdapat penolakan masif terhadap program pemerintah tersebut di kalangan masyarakat luas. Informasi ini seringkali disajikan tanpa menyebutkan sumber survei yang kredibel, metodologi yang jelas, atau entitas yang melakukan penelitian.

Table of Contents

Toggle
  • Narasi
  • Penelusuran Fakta
  • Kesimpulan

Penelusuran Fakta

Sebagai jurnalis investigasi senior, saya memulai penelusuran fakta dengan pendekatan multi-lapis untuk memverifikasi keabsahan klaim yang sangat signifikan ini. Angka ‘hampir 90%’ adalah persentase yang luar biasa tinggi untuk menunjukkan penolakan terhadap sebuah program nasional, dan jika benar, seharusnya menjadi berita utama di seluruh media arus utama dan lembaga survei terkemuka.

Langkah pertama dalam penelusuran ini adalah menelusuri laporan dari lembaga survei opini publik yang kredibel di Indonesia. Kami memeriksa arsip dan publikasi terbaru dari berbagai lembaga seperti Litbang Kompas, Indikator Politik Indonesia, LSI Denny JA, dan SMRC, yang dikenal memiliki rekam jejak dalam melakukan survei dengan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan (sampel representatif, margin of error yang jelas, dan teknik pengambilan data yang valid). Hasilnya, kami tidak menemukan satupun survei yang dipublikasikan oleh lembaga-lembaga tersebut yang menghasilkan angka penolakan ‘hampir 90%’ terhadap program MBG.

Selanjutnya, kami menganalisis pemberitaan dari media nasional yang bereputasi. Jika ada data survei dengan persentase setinggi itu, media-media besar pasti akan memberitakannya secara luas dan mendalam, mengingat dampaknya terhadap kebijakan publik dan citra pemerintah. Namun, penelusuran kami di berbagai platform berita digital dan cetak, serta kanal berita televisi, tidak menemukan laporan yang mengkonfirmasi klaim tersebut. Tidak ada jurnalis investigasi atau analis politik yang mengutip data ‘hampir 90%’ ini dari sumber yang valid.

Kami juga mempertimbangkan kemungkinan bahwa klaim tersebut berasal dari survei internal atau polling online yang tidak representatif. Seringkali, data yang fantastis seperti ini berasal dari polling di media sosial atau forum diskusi yang hanya menjangkau segmen masyarakat tertentu dan tidak menggunakan kaidah ilmiah dalam pengambilan sampel. Hasil dari polling semacam itu tidak dapat digeneralisasikan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang sangat heterogen. Penggunaan angka persentase yang tinggi tanpa disertai detail metodologi survei (seperti jumlah responden, wilayah cakupan, metode wawancara, dan margin of error) secara otomatis mengurangi kredibilitas klaim tersebut.

Logika ‘Sebab-Akibat’ menjadi sangat relevan di sini.

  1. Sebab: Klaim menyebutkan angka ‘hampir 90%’ penolakan tanpa menyertakan sumber, lembaga survei, atau metodologi yang jelas.
  2. Akibat: Klaim tersebut menjadi tidak dapat diverifikasi dan sangat patut dicurigai sebagai fabrikasi atau manipulasi data. Angka setinggi itu tanpa latar belakang data yang kuat adalah indikasi kuat ketidakbenaran.
  3. Sebab: Tidak ada lembaga survei opini publik yang kredibel di Indonesia yang merilis data yang mendukung klaim tersebut.
  4. Akibat: Klaim tersebut tidak memiliki dasar statistik yang kuat dan ilmiah. Lembaga survei yang profesional selalu mempublikasikan metodologi mereka agar hasilnya dapat diuji.
  5. Sebab: Media nasional yang memiliki standar jurnalistik tinggi tidak melaporkan adanya penolakan masif hingga ‘hampir 90%’ terhadap program MBG.
  6. Akibat: Ini semakin memperkuat dugaan bahwa klaim tersebut tidak memiliki validitas jurnalistik atau faktual di ranah publik yang terverifikasi. Jika ada, pasti sudah menjadi sorotan utama.
  7. Sebab: Klaim persentase dukungan atau penolakan masyarakat terhadap program pemerintah, jika asli, selalu diikuti oleh rincian data dan konteks yang mendalam dari pihak yang merilisnya.
  8. Akibat: Ketiadaan detail tersebut pada klaim yang beredar menunjukkan bahwa informasi tersebut telah dipisahkan dari konteks aslinya atau bahkan sepenuhnya direkayasa untuk tujuan tertentu.

Berdasarkan seluruh temuan ini, jelas bahwa klaim ‘Hampir 90% Masyarakat Indonesia Ingin Program MBG Dihentikan’ tidak didukung oleh bukti faktual yang sah dan kuat.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang mendalam, klaim yang beredar di media sosial dan pesan berantai mengenai ‘Hampir 90% Masyarakat Indonesia Ingin Program MBG Dihentikan’ adalah tidak benar. Tidak ada data valid dari lembaga survei kredibel maupun laporan dari media nasional terkemuka yang mendukung angka tersebut. Informasi ini tampaknya merupakan hasil manipulasi, fabrikasi, atau kesalahpahaman yang disebarluaskan tanpa dasar yang kuat.

Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah.

Cek Sumber Asli

Tags: Cek Faktambg
Previous Post

[PENIPUAN] Gibran Bagi-Bagi Bansos Kompor dan Blender

Next Post

[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan Kerja J&T Express

digitalbisnis

digitalbisnis

Next Post

[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan Kerja J&T Express

Discussion about this post

Market

Crypto markets by TradingView
digitalbisnis.id

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.

  • Bisnis
  • Gadget & App
  • Teknologi
  • Start Up
  • Event

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.