Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial, khususnya platform seperti Facebook, serta pesan berantai, yang mengklaim bahwa Calon Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penangkapan warga Aceh pasca kericuhan. Klaim ini menyertai sebuah potongan video yang menunjukkan sekelompok orang sedang terlibat perselisihan dan tampak seorang individu yang disebut-sebut sebagai Prabowo sedang memberikan instruksi. Narasi yang menyertainya seringkali provokatif, menciptakan kesan bahwa ada perintah penangkapan spesifik terhadap warga Aceh oleh sosok yang diklaim sebagai Prabowo, yang tentu saja berpotensi menimbulkan keresahan publik dan salah persepsi.
Salah satu unggahan yang beredar di Facebook berbunyi: “Prabowo perintahkan tangkap warga aceh.” Unggahan ini dilengkapi dengan video singkat berdurasi beberapa detik yang menunjukkan kericuhan dan seorang pria yang mengenakan topi hitam dan jaket gelap sedang berbicara di antara kerumunan, seolah-olah sedang memberikan instruksi atau perintah. Visual ini yang kemudian dihubung-hubungkan dengan narasi penangkapan warga Aceh oleh Prabowo Subianto.
Penelusuran Fakta
Sebagai jurnalis investigasi senior, tim kami di digitalbisnis.id melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim yang beredar. Metode verifikasi kami dimulai dengan analisis visual video yang tersebar, pelacakan sumber asli video, serta konfirmasi terhadap konteks peristiwa yang digambarkan.
Langkah pertama adalah menganalisis video tersebut secara cermat. Dari hasil penelusuran visual menggunakan teknik reverse image search dan pencarian kata kunci terkait, kami menemukan bahwa video tersebut bukan rekaman peristiwa yang baru terjadi dan tidak terkait dengan Aceh. Video tersebut, yang menunjukkan adegan kericuhan dan seorang pria yang berteriak-teriak, ternyata merupakan insiden yang terjadi di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 14 Januari 2019. Peristiwa tersebut adalah bentrokan antara dua kelompok ‘mata elang’ atau penagih utang, yang memperebutkan lahan operasi di wilayah tersebut.
Selanjutnya, identitas pria yang diklaim sebagai Prabowo Subianto dalam video tersebut juga kami selidiki. Dengan membandingkan ciri-ciri fisik, postur, dan gaya bicara, sangat jelas bahwa pria dalam video tersebut bukanlah Prabowo Subianto. Pria tersebut adalah seorang petugas keamanan, kemungkinan besar dari pihak kepolisian atau militer yang sedang berupaya mengamankan lokasi dan melerai bentrokan yang terjadi. Dia tampak mengenakan seragam gelap dan topi, serta memberikan perintah untuk meredakan situasi, bukan untuk melakukan penangkapan spesifik terhadap kelompok tertentu apalagi warga Aceh.
Logika sebab-akibat dalam kasus ini menjadi sangat penting untuk dipahami. *Sebab:* Sebuah video lama yang merekam insiden bentrokan antar kelompok penagih utang di Cileungsi pada tahun 2019 tersebar kembali di media sosial. Dalam video tersebut, seorang petugas sedang memberikan instruksi untuk mengendalikan situasi. *Akibat:* Pihak yang tidak bertanggung jawab sengaja memanipulasi konteks video, mengidentifikasi pria berseragam itu sebagai Prabowo Subianto, dan menambahkan narasi palsu bahwa ia memerintahkan penangkapan warga Aceh. *Fakta Sebenarnya:* Insiden tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan Aceh, tidak melibatkan Prabowo Subianto, dan perintah yang diberikan oleh petugas di lokasi adalah untuk menertibkan bentrokan di Cileungsi, bukan penangkapan warga dengan identitas suku atau daerah tertentu.
Prabowo Subianto sendiri tidak pernah berada di lokasi kejadian bentrokan Cileungsi tersebut, apalagi mengeluarkan perintah terkait penangkapan warga Aceh. Penambahan unsur ‘warga Aceh’ dalam narasi hoax ini tampak sebagai upaya untuk memprovokasi sentimen kedaerahan dan menciptakan polarisasi di tengah masyarakat, terutama mengingat sensitivitas isu-isu semacam itu di beberapa wilayah di Indonesia.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta yang komprehensif, klaim yang menyatakan bahwa Prabowo Subianto memerintahkan penangkapan warga Aceh pasca ricuh adalah tidak benar. Video yang digunakan sebagai bukti berasal dari insiden bentrokan dua kelompok penagih utang di Cileungsi, Bogor, pada tahun 2019, dan sosok yang memberikan perintah dalam video tersebut bukanlah Prabowo Subianto. Klaim ini merupakan manipulasi konten yang sengaja dibuat untuk menyesatkan publik.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta Tirto.id, informasi tersebut dinyatakan False dan misleading.


Discussion about this post