• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
Thursday, November 5, 2026
  • Login
digitalbisnis.id
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta
No Result
View All Result
digitalbisnis.id
No Result
View All Result
Home Cek Fakta

[SALAH] Foto “Asap Karhutla Kalimantan Menutupi Sidney”

digitalbisnis by digitalbisnis
November 5, 2026
in Cek Fakta
465
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Narasi

Beredar sebuah informasi di media sosial, khususnya platform seperti Facebook, X (sebelumnya Twitter), dan aplikasi pesan instan, yang mengklaim bahwa sebuah foto yang tersebar luas menunjukkan kondisi Kota Sydney, Australia, yang diselimuti asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Klaim tersebut biasanya menyertai sebuah foto dramatis yang menampilkan pemandangan kota besar dengan siluet gedung-gedung tinggi yang nyaris tidak terlihat karena kabut asap pekat berwarna oranye kemerahan. Narasi yang menyertai foto itu seringkali berbunyi: “Subhanallah… Asap Karhutla Kalimantan sudah sampai Sidney (Australia) Semoga Allah segera menurunkan hujan.” Informasi ini menyebar dengan cepat, memicu keprihatinan luas mengenai dampak transnasional dari karhutla di Indonesia dan seberapa jauh jangkauan polusi asap tersebut.

Penelusuran Fakta

Sebagai jurnalis investigasi senior dengan pengalaman lebih dari satu dekade, tim digitalbisnis.id melakukan verifikasi mendalam terhadap klaim yang beredar. Langkah pertama yang kami lakukan adalah penelusuran balik gambar (reverse image search) menggunakan berbagai mesin pencari kredibel seperti Google Images dan TinEye. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto yang diklaim sebagai ‘Asap Karhutla Kalimantan Menutupi Sidney’ tersebut sebenarnya bukan berasal dari kejadian karhutla di Kalimantan.

Table of Contents

Toggle
  • Narasi
  • Penelusuran Fakta
  • Kesimpulan

Faktanya, foto tersebut adalah dokumentasi dari peristiwa kebakaran hutan dan semak belukar yang parah (bushfires) yang melanda Australia, khususnya di wilayah New South Wales, dan menyebabkan Sydney diselimuti asap tebal. Peristiwa ini terjadi pada akhir 2019 hingga awal 2020, yang dikenal luas sebagai ‘Black Summer’ atau Musim Panas Hitam. Pada periode tersebut, Sydney dan kota-kota lain di Australia timur memang mengalami kualitas udara yang sangat buruk akibat asap tebal yang berasal dari kebakaran yang terjadi secara lokal dan meluas di wilayah daratan Australia. Foto-foto serupa dari waktu tersebut banyak diabadikan oleh media massa global dan warga setempat, menunjukkan langit oranye dan kota yang diselimuti kabut asap pekat.

Secara geografis, jarak antara Kalimantan dan Sydney adalah ribuan kilometer, melintasi Laut Jawa, Samudra Hindia, dan seluruh benua Australia. Meskipun asap dari kebakaran hutan memang dapat menempuh jarak yang sangat jauh—seperti asap dari kebakaran hutan di Kanada yang mencapai Eropa atau asap dari Australia yang mencapai Selandia Baru—fenomena asap karhutla Kalimantan yang menyelimuti Sydney hingga mencapai tingkat kepadatan seperti yang terlihat dalam foto tersebut adalah hal yang sangat tidak mungkin. Sistem pola angin dan kondisi atmosfer di wilayah ekuator dan belahan bumi selatan biasanya tidak mendukung perpindahan massa udara sejauh dan sepadat itu secara langsung dari Kalimantan ke Sydney tanpa dispersi signifikan. Perjalanan sejauh itu akan menyebabkan asap menyebar dan menipis hingga tidak lagi terlihat padat seperti dalam foto.

Kami juga melakukan pengecekan terhadap data dan laporan resmi dari otoritas meteorologi dan lingkungan baik di Indonesia maupun Australia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia dan Biro Meteorologi (BoM) Australia tidak pernah merilis laporan atau peringatan yang mengindikasikan bahwa asap karhutla dari Kalimantan telah mencapai Sydney dengan kepadatan ekstrem. Laporan kualitas udara dari lembaga seperti Air Quality Index (AQI) atau badan lingkungan New South Wales pada periode klaim beredar selalu mengacu pada sumber asap lokal, bukan trans-kontinental dari Indonesia. Tidak ada laporan resmi atau ilmiah yang mendukung klaim perpindahan asap Kalimantan ke Sydney dengan dampak visual separah itu.

Logika sebab-akibat juga perlu diterapkan di sini. Klaim yang beredar menghubungkan ‘sebab’ karhutla Kalimantan dengan ‘akibat’ asap yang menyelimuti Sydney. Namun, penelusuran fakta secara jelas menunjukkan bahwa ‘akibat’ asap yang menyelimuti Sydney pada foto tersebut memiliki ‘sebab’ yang berbeda dan terverifikasi, yaitu karhutla lokal yang masif di Australia sendiri. Penggunaan foto yang sebenarnya berasal dari konteks lain untuk mendukung narasi yang salah adalah bentuk disinformasi yang umum terjadi. Foto tersebut adalah representasi akurat dari kejadian asap tebal di Sydney, tetapi penyebab dan sumber asapnya sama sekali tidak terkait dengan Kalimantan, melainkan murni dari kebakaran di wilayah Australia.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menghubungkan asap karhutla Kalimantan dengan kondisi Sydney pada foto yang beredar adalah menyesatkan dan tidak berdasar pada fakta. Foto itu sendiri tidak dimanipulasi, namun konteks dan atribusi sumber asapnya telah disalahartikan dan disebar dengan narasi yang tidak benar.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang cermat dan komprehensif, klaim yang menyatakan bahwa foto ‘Asap Karhutla Kalimantan Menutupi Sidney’ adalah Salah. Foto yang beredar memang menunjukkan kondisi Sydney yang diselimuti asap, namun asap tersebut berasal dari kebakaran hutan dan semak (bushfires) yang terjadi secara masif di Australia sendiri pada akhir 2019 hingga awal 2020, bukan dari karhutla di Kalimantan. Informasi ini merupakan disinformasi yang menyesatkan publik.

Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah. Cek Sumber Asli.

Tags: Cek Faktasalah
Previous Post

[SALAH] Kakek Penjual Keripik ditendang oleh Satpol PP

Next Post

[SALAH] Prabowo Minta Rakyat Indonesia Serukan Boikot Medsos

digitalbisnis

digitalbisnis

Next Post

[SALAH] Prabowo Minta Rakyat Indonesia Serukan Boikot Medsos

Discussion about this post

Market

Crypto markets by TradingView
digitalbisnis.id

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.

  • Bisnis
  • Gadget & App
  • Teknologi
  • Start Up
  • Event

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis
    • Digital Marketing
    • Start Up
  • Gadget & App
    • Gadget
      • App
      • Mobile
      • Komputer
    • Software
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Big Data
    • Blockchain
    • Cloud
    • Transformasi Digital
    • Internet of Things
  • Start Up
  • Event
Cek Fakta

© 2023 digitalbisnis.id - Create with coffee.