Sebagai Jurnalis Investigasi Senior di media nasional ‘digitalbisnis.id’, dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam memverifikasi informasi, saya menyajikan hasil penelusuran fakta terkait klaim yang beredar di masyarakat.
Narasi
Beredar sebuah informasi di media sosial dan pesan berantai yang mengklaim bahwa terjadi kebakaran hutan hebat di Kalimantan yang merambat hingga ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Klaim ini disebarkan melalui unggahan sebuah foto yang menampilkan lanskap hutan terbakar dengan asap tebal membubung tinggi, seolah-olah mengancam infrastruktur yang sedang dibangun di IKN. Narasi yang menyertai foto tersebut sering kali memicu kekhawatiran publik mengenai dampak lingkungan dan keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut. Beberapa versi klaim bahkan menyebutkan bahwa kebakaran ini merupakan pertanda buruk atau kegagalan mitigasi bencana di sekitar IKN.
Contoh narasi yang beredar: “Inilah penampakan kebakaran hutan di Kalimantan yang sudah merambat dekat ke IKN. Bagaimana nasib proyek pembangunan kita? Kiamat lingkungan semakin dekat!” atau “Foto eksklusif: Api sudah di depan mata IKN. Pemerintah harus segera bertindak!”
Penelusuran Fakta
Tim investigasi digitalbisnis.id melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim dan foto yang beredar. Langkah pertama yang kami lakukan adalah menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) pada beberapa platform terkemuka seperti Google Images dan TinEye. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto yang digunakan untuk menyebarkan klaim “Kebakaran Hutan Kalimantan Merambat ke IKN” bukanlah foto kejadian terkini di IKN.
Kami menemukan bahwa foto tersebut sebenarnya adalah dokumentasi dari kejadian kebakaran hutan yang jauh lebih lama dan di lokasi yang berbeda. Setelah verifikasi silang dengan berbagai sumber berita dan arsip foto, terungkap bahwa gambar tersebut berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Riau pada tahun 2019, yang saat itu menjadi perhatian nasional. Kebakaran tersebut memang sangat masif dan menghasilkan kabut asap tebal, namun tidak memiliki korelasi geografis maupun temporal dengan proyek IKN di Kalimantan Timur.
Logika sebab-akibat yang digunakan dalam disinformasi ini sangat menyesatkan. Klaim tersebut mengambil sebuah ‘sebab’ (foto kebakaran hutan) yang tidak relevan dengan ‘akibat’ yang dituduhkan (api merambat ke IKN). Foto lama dari Riau 2019 digunakan sebagai representasi kejadian di IKN 2023-2024 (atau kapan pun klaim itu beredar), menciptakan narasi palsu yang bertujuan membangkitkan kepanikan dan keraguan. Dampak psikologis dari penyebaran foto dengan narasi keliru ini dapat menyebabkan persepsi negatif yang tidak berdasar terhadap pengelolaan lingkungan di IKN dan proyek pembangunannya secara keseluruhan.
Selain itu, kami juga membandingkan informasi ini dengan data dan laporan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta pemerintah daerah Kalimantan Timur. Hingga saat penelusuran ini dilakukan, tidak ada laporan resmi atau citra satelit yang menunjukkan kebakaran hutan berskala masif dan mengancam langsung kawasan IKN seperti yang digambarkan dalam foto tersebut. Kawasan IKN memang berada di wilayah berhutan, dan pencegahan Karhutla merupakan prioritas. Namun, klaim bahwa kebakaran ‘merambat’ dengan kondisi seperti di foto viral adalah tidak berdasar.
Penting untuk diingat bahwa teknologi digital memudahkan penyebaran informasi, tetapi juga mempermudah manipulasi. Menggunakan foto lama atau foto dari lokasi lain untuk konteks yang sama sekali berbeda adalah modus operandi umum dalam penyebaran hoaks. Masyarakat didorong untuk selalu kritis dan memverifikasi informasi visual yang beredar, terutama yang berpotensi memicu kepanikan atau misinformasi publik.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta yang komprehensif, klaim yang menyatakan bahwa foto tersebut menunjukkan kebakaran hutan di Kalimantan yang merambat ke IKN adalah SALAH. Foto yang beredar adalah dokumentasi kejadian kebakaran hutan di Riau pada tahun 2019, bukan di IKN pada waktu terkini.
Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta TurnBackHoax.ID, informasi tersebut dinyatakan Salah.


Discussion about this post